JAMBIPRIMA.COM, JAMBI- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mulai membagikan set top box (STB) TV digital gratis. Pembagian bantuan set top box tv digital gratis adalah bagi masyarakat yang memenuhi syarat sebagai penerima bantuan.
Bantuan set top box TV digital gratis tersebut adalah untuk memudahkan TV analog menangkap siaran TV digital.
Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Noviarman mengatakan untuk Kota Jambi kuota penerima STB, berdasarkan hasil survey calon penerima STB Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berada di Kecamatan Jelutung.
"Berdasarkan hasil survey untuk Kecamatan Jelutung. Kecamatan lain belum masuk tahun ini," kata Noviarman, saat dihubungi Senin (23/5).
Kata Noviarman, calon penerimanya adalah keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sudah masuk Data Terpadu Kesjahteraan Sosial (DTKS), dengan jumlah 1.415 untuk wilayah kecamatan Jelutung.
"Salah satu pemberi STB ini adalah TV swasta nasional, sudah melakukan survey ke lapangan dan akan di realisasikan Insya Allah pada bulan Agustus," katanya.
Sebelumnya, Kadis Kominfo Kota Jambi, Abu Bakar mengatakan, berdasarkan surat Kemenkominfo Nomor 239/M.KOMINFO/PI.03.04/04/2022, 6 April lalu, tentang pemberitahuan pelaksanaan pendistribusian STB Analog Switch Off (ASO) tahap pertama.
Berdasarkan lampiran surat tersebut, total ada 13.201 rumah tangga miskin di Kota Jambi yang akan menerima bantuan STB tersebut. Adapun rincian, Kecamatan Alambarajo 1.186, Danausipin 1.557, Danauteluk 655, Jambi Selatan 1.034, Jambi Timur 1.979, Jelutung 1.415, Kotabaru 1.382, Paalmerah 1.832, Pasar 338, Pelayangan 529 dan Telanaipura 1.294.
Sementara itu, Husin, Warga RT 32 Kelurahan Legok, mengatakan jika menggunakan TV Analog, siaran televisinya tak sejernih biasanya. Namun, saat menggunakan STB ini siaran TV Analog menjadi jernih.
"Saya awalnya tidak tahu, saya diberi tahu tetangga saya. Lalu terpaksa saya beli STB ini. Memang pas menggunakan STB ini siaran jadi jernih," katanya.
Ia pun berharap bantuan STB yang dijanjikan oleh pemerintah pusat segera direalisasikan. Pasalnya, televisi masih menjadi hiburan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah.
"Kalau beli memang mahal, tak semuanya mampu membeli. Harganya berkisar Rp250 ribu hingga Rp300 ribu," katanya.
Saat ditanya alasan masih menggunakan TV analog, dan tak beralih ke TV digital atau Smart TV, dia mengatakan bahwa TV analog lebih mudah pengoperasiannya dan juga lebih awet.
"Kalau digital itu banyak yang pakai kurang awet," pungkasnya. (CR01)
Didampingi Ketua Bhayangkari Jambi, Kapolda Ikuti HUT Yayasan Kemala Bhayangkari Secara Virtual
Bupati Merangin Buka Sosialisasi Sensus Penduduk 2020 Lanjutan
Pengaspalan Halaman Parkiran DPRD Kota Jambi Telan Biaya Ratusan Juta Rupiah
Tahun Baru Islam, Karang Taruna Sungai Bengkal akan Gelar Festival Kompangan Tingkat Kabupaten
Pemkab Merangin Raih Penghargaan Opini WTP dari BPK, Bupati Janji Segera Perbaiki Sejumlah Catatan