PDAM Tirta Mayang Didesak Tekan Kebocoran Dibawah 30 Persen

Jumat, 03 Juni 2022 - 12:18:46 WIB - Dibaca: 2082 kali

Gedung PDAM Tirta Mayang (foto: istimewa)
Gedung PDAM Tirta Mayang (foto: istimewa) ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI- Sejak awal kepemimpinan Wali Kota Jambi, Syarif Fasha menempatkan permasalahan jangkauan, layanan, dan kualitas air bersih sebagai salah satu prioritas utama pembangunan Kota Jambi. Berbagai upaya telah dilakukan dirinya untuk mengatasi hal tersebut. 

Dari mulai mencari sumber pembiayaan pembangunan infrastruktur air bersih yang bersumber dari dana APBN (sambungan baru gratis, peremajaan pipa lama yang telah usang, pembangunan sistem intake baru), hingga penghapusan beban hutang PDAM (Perumda) Tirta Mayang kepada negara yang telah terjadi selama 33 tahun terakhir. Terbaru, pinjaman dana dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang angkanya mencapai Rp50 miliar. 

Dengan banyaknya program dan gelontoran dana yang diberikan ke Perumda Tirta Mayang, Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi, Junedi Singarimbun berharap terjadi perubahan besar ditubuh perusahaan milik daerah tersebut. 

"Mestinya ada peningkatan yang signifikan, baik dari segi pelayanan maupun cakupan pelayanan," kata Politisi PDIP tersebut.

Dikatakan Junedi, ia meminta cakupan pelayanan air bersih di Kota Jambi bisa mencapai 80 persen. Sesuai dengan target RPJMD Kota Jambi 2018-2023. Selain itu, tingkat kebocoran atau kehilangan air juga bisa ditekan dibawah angka 30 persen. 

"Kita lihat sekarang dengan dana pinjaman SMI itu untuk pergantian pipa. Sehingga kita harapkan ada progres kemajuan dalam pelayanan. Kalau dulu mereka bisa beralasan banyak pipa-pipa tua, dan banyak terjadi kebocoran. Sekarang saya pikir harus ada progres siginifikan untuk menekan itu," katanya.

Dikatakannya, pihaknya akan meminta progres pada Perumda Tirta Mayang atas hasil yang dicapai dengan dana pinjaman SMI senilai Rp50 miliar itu. 

"Akhir tahun ini akan kita minta, itu yang akan kita lihat, kami akan adakan rapat. Seharusnya cakupan 80 persen itu bisa dicapai, dan mereka harus membayar PAD ke khas daerah. Karena dengan gelontoran dana yang luar biasa, baik dari pinjaman, kemudian penyertaan modal dari APBD tiap tahunnya, dan penghapusan itu menjadikan perusahaan itu mampu berekspansi lebih jauh. Sehingga fiskal kita bisa naik juga," tambahnya.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang Kota Jambi, Dwike Riantara menanggapi pernyataan ketua Komisi II tersebut.

Kata dia, untuk cakupan pelayanan 80 persen tahun ini (2022) belum akan tercapai. 

"Saat ini, kita baru dapat melayani 73 persen, berdasarkan perhitungan lima jiwa untuk setiap sambungan pelanggan. Target sambung baru 2022 sebanyak 7 ribu pelanggan. Jika tercapai, pelanggan Tirta Mayang akan berjumlah 97 ribu, yang berarti cakupan pelayanan sebesar 78 persen dari proyeksi total jumlah penduduk sebanyak 620 ribu jiwa," kata Dwike.

Kemudian dia menjelaskan mengenai tingkat kehilangan air. Untuk mencapai di bawah 30 persen, masih akan terus diupayakan. Meskipun pipa transmisi dan distribusi sudah banyak diganti atau diperbaiki.

"Masalahnya kasus kebocoran fisik lebih banyak terjadi pada pipa dinas yang menghubungkan pipa distribusi tertier ke meter air di persil pelanggan. Tim Reaksi Cepat (TRC) Tirta Mayang setiap hari menangani lebih dari 30 kasus kebocoran pipa dinas di seantero Kota Jambi. Kecepatan menangani kebocoran yang kecil-kecil tapi banyak ini penting untuk menjaga tingkat kehilangan air tidak terus naik, kalau bisa turun walaupun sedikit demi sedikit," jelasnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan jika sesuai target RPJMD 2018-2023, cakupan pelayanan air bersih harus mencapai 80 persen. "Itu keharusan, jadi pada 2023 nanti angka 80 persen itu harus dicapai," kata Maulana saat ditemui di Kantor Wali kota Jambi, Kamis (2/6).

Kata Maulana, saat ini untuk mengejar target tersebut, pergantian dan pemasangan pipa distribusi terus dilakukan. Sehingga memudahkan untuk mengalirkan air bersih ke target-target (perumahan, red). 

"Pada HUT Kota Jambi ke 76 ini, Perumda Tirta Mayang juga membuka promo untuk pemasangan baru. Itu adalah salah satu upaya untuk menjangkau pelayanan menjadi lebih jauh, terutama pada perumahan baru. Saya juga sudah minta Tirta Mayang untuk membuat promosi-promosi, sehingga perumahan-perumahan baru itu bisa terlayani karena kondisi IPA kita sekarang sudah bagus semua. Intinya saya harapkan pada 2023 itu cakupan pelayanan harus 80 persen," pungkasnya. (CR01)





BERITA BERIKUTNYA