JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Tiap pelaku usaha yang berada di Kota Jambi, sangat diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan di Kota Jambi. Di antaranya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Wakil Wali Kota Jambi, Maulana menyebutkan, saat ini ada ratusan pelaku usaha yang telah tergabung dalam forum CSR Kota Jambi. Namun ia tidak memungkiri, masih banyak pelaku usaha yang enggan bergabung.
Untuk itu, Pemkot Jambi kata dia, terus berupaya menggangdeng para pelaku usaha yang belum bergabung, dengan cara menyurati mereka terlebih dahulu.
“Pelaku usahan yang tidak aktif, kami akan bersurat ke perusahaan. Baik besar ataupun kecil. Karena memang, perusahaan besar ini eksplorasinya berada di kabupaten. Hanya kantornya saja yang ada di Kota Jambi,” kata Maulana.
Meski begitu, Maulana menegaskan, tetap berharap pelaku usaha tersebut dapat bergabung dalam forum CSR kota Jambi. Selain bersurat, juga cara lainnya yakni, ketika suatu perusahaan tengah mengurus izin, juga akan diminta bergabung ke forum CSR Kota Jambi.
“Ini sebagai bentuk perhatian pelaku usaha itu sendiri. Dan perhatian kami terhadap infrastruktur di sekitar perkantoran pelaku usaha itu,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemkot Jambi komitmen mengapresiasi para pelaku usaha di Kota Jambi, yang telah menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam berbagai bentuk.
Sekda Kota Jambi, A Ridwan mengungkapkan, bentuk tanggung jawab atau CSR pelaku usaha itu akan ditujukan untuk sosial maupun lingkungan sekitar.
Hingga saat ini tercatat, sudah ada lebih dari Rp24 miliar yang disalurkan Forum CSR Kota Jambi. Bantuan tersebut tak hanya bantuan sosial seperti kebutuhan pokok, uang dan sebagainya. Namun terdapat pula bantuan kesehatan.
"Tak hanya bantuan sembako, kesehatan juga, bahkan membantu Pemkot dalam hal ini seperti pembangunan tempat duduk di Jalan Sumantri Brojonegoro, yang bermanfaat untuk masyarakat", ujarnya.
Sementara menurutnya, evaluasi yang perlu diperhatikan oleh Forum CSR yakni, mulai dari masalah memperhatikan kesehatan di lingkungan pelaku usaha. Khususnya Kota Jambi adalah penurunan angka stunting.
"Kita harapkan dana CSR tentunya tepat sasaran", imbuhnya. (Ahmad)