Penulis: Aldi Halim (Mahasiwa Hukum Universitas Jambi)

Jambi, Riwayat-mu Kini

Senin, 22 Agustus 2022 - 10:39:52 WIB - Dibaca: 1603 kali

Aldi Halim
Aldi Halim (Dok. Pribadi )

LAGI-LAGI Jambi menjadi perbincangan hangat di tengah hiruk pikuk pemberitaan nasional

Setelah beberapa waktu belakang ini jambi disorot atas beberapa peristiwa yang mengundang perhatian kini jambi kembali menotif masyarakatnya setelah  mendapat peringatan dari Presiden Joko Widodo. Yang memperingatkan dengan nada tegas kepada Jambi atas Inflasi yang dialami mencapai 8,55%

Menurut Dwi Eko Waluyo, inflasi merupakan salah satu bentuk penyakit-penyakit ekonomi Kecenderungan dari kenaikan harga-harga pada umumnya serta terjadi secara terus-menerus. Teori ini dikemukakan dalam buku beliau yang berjudul Teori Ekonomi Makro terbitan tahun 2002.

Penyebab Inflasi yang pertama disebabkan oleh permintaan yang timbul karena adanya pertambahan jumlah uang beredar dalam jangka pendek. Bertambahnya jumlah uang yang beredar jangka pendek ini bisa berdampak terhadap suku bunga bisa mengalami penurunan sehingga jumlah konsumsi dan investasi meningkat secara keseluruhan. Dengan meningkatnya peredaran mata uang jangka pendek maka perubahan harga barangpun kan naik secara signifikan.

Beragam tanggapan masyarakat atas peristiwa ini muncul, terlihat dari berseliwerannya status status masyarakat di sosial media pada umumnya yang mengkritik pemerintah provinsi jambi hari ini yang dianggap gagal dalam mengontrol aktivitas ekonomi dan gagal menjalankan pemerintahannya.

akibatnya berbagai dugaan di lemparkan masyarakat, dari yang berkata "Jambi mantap atau Jambi terjerungap" Hingga menganggap  Pemerintahan provinsi jambi hari ini yang di Pimpin oleh Al-Haris sibuk mencari Panggung dan Pengakuan sana-sini. 

Keluhan dan kritik pedas masyarakat atas peristiwa ini penulis anggap adalah wajar, jika menelisik kepada aktivitas yang dilakukan oleh Al-Haris sebagai gubernur Jambi yang disibukkan oleh kegiatan peresmian-peresmian, peringatan-peringatan hari besar, penyambutan-penyambutan pejabat negara hingga pejabat politik, hingga seminar motivasi kepada mahasiswa baru yang sebenarnya bisa dilakukan oleh Mario Teguh atau Merry Riana yang lebih kompeten dalam bidang motivator ketimbang Al-Haris. 

Dibalik itu semua, sebenarnya ada banyak hal krusial yang harus ia kerjakan ketimbang mengerjakan segudang serangkaian kegiatan seremonial itu, Ada permasalahan Harga TBS kelapa Sawit yang tak kunjung stabil, Konflik Agraria provinsi jambi yang masih tinggi, maraknya Aktivitas Pertambangan Emas ilegal di berbagai kabupaten, Pencemaran Sungai Batanghari, Pengaturan Arus Kendaraan Truk Pengangkut Batubara yang menjadi polemik sampai saat ini, dan masih banyak lagi mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pelayanan publik dan lain sebagainya yang tak mungkin kita uraikan satu persatu disini. 

Kritik dan keluhan masyarakat yang semakin masif harus menjadi peringatan oleh pemerintah provinsi jambi hari ini, sebab ibarat bara api yang terpendam dalam tumpukan jerami suatu waktu keluh kesah masyarakat atas pemerintahan yang tidak berjalan dengan baik ini akan menimbulkan bencana sosial yang tentunya akan berdampak kepada nasib warga masyarakat provinsi jambi kedepan. Maka Janganlah wariskan penderitaan kepada rakyat yang berharap nasibnya lebih baik jika amanahnya diserahkan kepada-Mu. 

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam, kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversif dan mengganggu keamanan, maka hanya ada satu kata: lawan!

"Wiji Thukul"

 





BERITA BERIKUTNYA