Enceng Gondok Menumpuk di Danau Sipin, Pelaku Usaha Perahu Mesin Hanya 2 Kali Beroperasi Per Bulan

Senin, 17 Oktober 2022 - 10:39:55 WIB - Dibaca: 1524 kali

Wisata Danau Sipin, Kota Jambi dipenuhi enceng gondok dan kiambang.
Wisata Danau Sipin, Kota Jambi dipenuhi enceng gondok dan kiambang. (Foto: jambiprima.com/Ahmad )

JAMBIPRIMA.COM,JAMBI- Kunjungan wisata ke Danau Sipin Kota Jambi terlihat sepi. Sejak sebulan terakhir kondisi wisata yang berada dipusat Kota Jambi itu terlihat kotor. Selain sampah, tumbuhan eceng gondok, kiambang yang tidak terkendali memenuhi Danau Sipin.

Salah satu pelaku usaha ketek hias, Heri saat dikonfirmasi mengatakan, mulai dirasakan sepinya kunjungan di Danau Sipin pasca Idul Fitri lalu.

Kata Heri, persoalan eceng gondok bukan hal utama yang menjadi penyebab sepinya kunjungan wisata di Danau Sipin.

"Eceng gondok, kiambang, setiap air naik sudah pasti banyak. Itu karena hanyut dari hulu danau. Setiap tahun terjadi seperti itu. Memang terkait kebersihan, sampah, kiambang, eceng gondok juga merupakan suatu persoalan," kata Heri, Minggu (16/10).

Heri menyebutkan, tidak adanya hal baru pada wisata Danau Sipin menjadi faktor utama menurunya kunjungan wisata.

"Daya tarik kunujungan wisata itu tidak ada lagi, wahananya hanya itu-itu saja," ujarnya.

Heri mangaku, saat ini jumlah ketek hias yang beroperasi di Danau Sipin juga sudah banyak berkurang. Dari sebelumnya ada 50 ketek hias, kini tersisa sekitar 30 an.

"Ketek hias, sebulan cuma bisa dua kali narik. Karena memang sepi. Seminggu sekali belum tentu kita dapat giliran utk narik. Dengan kondisi itu, Jasaraharja kami stop dulu bayarnya," tambahnya.

Kata Heri, untuk menghidupkan ekonomi masyarakat Danau Sipin, pihaknya berharap lebih banyak event yang dilakukan oleh pemerintah.

"Tapi event itu jangan hanya di Sungai Putri, sesekali juga lakukan di Danau Sipin (seberang Sungai Putri, red). 

Jangan hanya namanya saja Danau Sipin, tapi masyarakat Danau Sipin hanya jadi penonton saja, ekonomi masyarakat Danau Sipin tidak hidup," ungkapnya.

"Saat ini tidak bisa lagi berharap di ketek hias," tambahnya.

Terkait persoalan kiambang, eceng gondok sebut Heri, pihaknya juga peduli dan kerap membantu pemerintah melakukan pembersihan.

"Percuma juga, dari hulunya hanyut terus, jadi tidak bisa bersih. Persoalan kiambang ini juga serba susah. Kita membersihkan, sementara pemilik tangkul sangat berguna tumbuhan tersebut," jelasnya.

Sementara sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Ardi mengatakan, pihaknya menyiapkan dua kapal pembersih dengan masing-masing tiga petugas untuk melakukan pembersihan rutin pada kawasan Danau Sipin. Petugas kebersihan harus bekerja keras untuk membersihkan tumbuhan eceng gondok dan kiambang yang memenuhi Danau Sipin. 

Ardi mengungkapkan, tumbuhan eceng gondok dan kimbang yang dibersihkan itu diangkat ke daratan Danau Sipin. Ada satu truk angkutan dengan 12 petugas yang sudah disiapkan untuk mengangkutnya.

"Itu diolah menjadi kompos," ujar Ardi.





BERITA BERIKUTNYA