Distribusi Air Terganggu Akibat Aksi Pencurian Kabel

5 Hari Krisis Air Bersih, Kompensasi Melalui Tanki Air Tak Mencukupi

Selasa, 29 November 2022 - 13:33:01 WIB - Dibaca: 1067 kali

Perbaikan jaringan distribusi air bersih di Pasir Panjang.
Perbaikan jaringan distribusi air bersih di Pasir Panjang. (Foto: jambiprima.com/Ahmad )

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI-Warga Seberang Kota Jambi sudah lima hari mengalami krisis air bersih. Sebab, pendistribusian air dari Perumda Tirta Mayang terganggu. 

Salah satu warga, Pasir Panjang, Difa mengatakan, ia terpaksa membeli air bersih akibat distribusi air yang tidak lancar dari Perumda Tirta Mayang. Air yang di salurkan melalui tangki air tidak mencukupi untuk kebutuhan warga.

"Sudah tiga hari ini kami beli, karena tidak kebagian air yang salurkan melalui tangki," katanya.

Menanggapi hal ini, Dirut Perumda Tirta Mayang, Dwike Riantara ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, gangguan itu disebabkan akibat maraknya aksi pencurian yang mengincar aset pelayanan Perumda Tirta Mayang berupa meter air, kabel pompa, dan sebagainya. Sehingga kata dia, menimbulkan keresahan masyarakat karena suplai air terganggu dan ribuan pelanggan tidak mendapat air selama berhari-hari.

"Kasus pencurian kabel pompa di Pasir Panjang yang terjadi beberapa hari lalu, berdampak pada terhentinya aliran air selama 4 hari bagi sekitar 3.200 pelanggan, setara dengan 16 ribu jiwa, di Kecamatan Danau Teluk dan Pelayangan, Jambi Kota Seberang," kata Dwike.

Dia menambahkan, menyadari dampak yang besar bagi masyarakat, dirinya minta kepada pihak yang berwajib untuk memberi perhatian khusus dan menindak tegas pelaku pencurian aset pelayanan publik tersebut.

Dwike mengatakan, pihaknya juga mengharapkan pihak berwajib, pemerintah dan masyarakat untuk membantu Tirta Mayang mengamankan aset pelayanan air di Kota Jambi. 

"Kami memiliki keterbatasan dalam mengawasi semua aset pelayanan di seluruh penjuru Kota Jambi. Petugas security kami juga tidak memiliki peralatan yang memadai untuk menghadapi pencuri yang bersenjata tajam bahkan bersenjata api," ungkapnya.

Oleh karena itu, ia mengharapkan khususnya pihak berwajib dapat mendampingi petugas Tirta Mayang dalam pengamanan.

"Sebelumnya sudah ada beberapa kali upaya pencurian di mana pelaku mengancam petugas kami dengan senjata tajam dan senjata api," jelasnya.

Camat Danau Teluk, Sofyan saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini memang masyarakatnya membutuhkan air bersih, untuk masak dan minum. Khususnya bagi masarakat yang bermukim di jalur lapis kedua kawasan Seberang

"Karena disana mobil tangki tidak bisa masuk. Jadi disiapkan dua tedmon di depan rumah saya. Warga bisa mengambil dengan derigen. Namanya air itu pada prinsipnya kurang. Kita prioritaskan untuk masak dan minum, kalau mandi bisa ke laut (sungai) dulu," tambahnya.

Kata Sofyan, kebetulan di rumahnya juga ada sumur, yang airnya juga bisa digunakan masyarakat sekitar.

"Dari kepolisian, damkar juga memberikan bantuan air bersih dengan armada mereka. Memang tidak sampai ke kawasan kita dan jalur lapis dua, tapi untuk kebutuhan warga di kawasan Danau Teluk dulu," imbuhnya.

Diungkapkannnya, dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak PDAM, untuk juga memprioritaskan air bersih untuk pesantren, masjid dan mushalla di kawasannya.

"Yang kendala kita yakni masyarakat jalur lapisan kedua, jalannya tidak bisa dilalui mobil tangki," ujarnya.

Sementara Umar Faruk, anggota DPRD Kota Jambi dapil Seberang mengatakan dirinya juga sudah menghubungi Dirut PDAM, meminta penambahan armada tangki air bersih.

"Saya minta penambahan armada untuk pendistribusian air bersih," katanya.

Dijelaskan Faruk, saat ini PDAM masih melakukan upaya perbaikan yang rusak.





BERITA BERIKUTNYA