Desak UNJA Buka Suara, Mahasiswa Gelar Aksi di UNJA EXPO

Minggu, 04 Desember 2022 - 15:18:46 WIB - Dibaca: 1627 kali

Desak UNJA Buka Suara, Mahasiswa Gelar Aksi di UNJA EXPO
Desak UNJA Buka Suara, Mahasiswa Gelar Aksi di UNJA EXPO ()

JAMBIPRIMA.COM,JAMBI -  Menyikapi kasus pelecehan yang dilakukan oleh oknum perawat di RSUD Raden Mattaher terhadap Mahasiswi fakultas kedokteran UNJA, sejumlah mahasiswa UNJA yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Merah dan Lingkaran Studi Mahasiswa Marhaenis (LSMM) Jambi melakukan aksi bentang spanduk di dalam Balairung bertepatan dengan acara UNJA EXPO Pada Sabtu malam,(3/12/2022).

Menurut Benarch salah satu massa aksi yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Merah (MARAH) mengatakan aksi ini dilakukan karena mengingat kasus pelecehan ini sudah sebulan lebih terjadi akan tetapi belum ada pernyataan sikap dari pihak kampus 

"Seperti yang di lansir www.viva.co.id pada tanggal 1 desember 2022 tentang " Mahasiswi kedokteran dicabuli perawat di ruang operasi". Pelecehan ini terjadi tanggal 31 oktober 2022 Korban kasus pelecehan yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher ialah seorang mahasiswi magang yang beralmamater Universitas Jambi. 

"Sudah sebulan kasus ini namun sayangnya kami belum mendengar sepatah kata pun dari pihak kampus terkait kasus tersebut entah itu dalam bentuk keprihatinan, kepedulian maupun mengecam tindakan pelecehan seksual yang dialami mahasiswinya," ucap Benarch.

"Takutnya jika dibiarkan ini akan berkepanjangan dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi lagi, seharusnya kampus mampu memberikan rasa aman serta nyaman untuk mahasiswa/i dalam menjalankan study dan aksi ini merupakan jawaban dari diamnya pihak kampus," ucap Benarch.

Senada dengan itu, Aleksander perwakilan dari LSMM Jambi mengatakan pihaknya menyayangkan adanya perlakuan tidak menyenangkan berupa tindakan kekerasan dari pihak keamanan UNJA EXPO.

"Beberapa di antara kami sempat mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat aksi digelar, yaitu tindakan kekerasan,kami sangat sayangkan itu," ucapnya.

Dia menjelaskan harapan mereka melalui aksi ini birokrasi UNJA tidak tutup mulut seolah tidak tahu - menahu dalam kasus ini.

"Korban mendapat pelecehan saat menjalankan aktivitas studinya, walau kejadiannya di luar kampus tak etis apabila UNJA tidak memberikan tanggapan ataupun bantu pengusutan," terangnya.

"Kami akan terus mengawal tuntas kasus pelecehan seksual ini, kami akan pastikan sebagai bagian dari keluarga besar UNJA kami tidak bungkam saat saudara kami dapat musibah," tutupnya. ***





BERITA BERIKUTNYA