JAMBIPRIMA.COM,JAMBI- Wakil Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan setiap tahun ada 6.500 rumah perumahan yang dibangun di Kota Jambi. Pertumbuhan perumahan di Kota Jambi cukup cepat, beriringan dengan perkembangan penduduk.
"Akselerasinya sangat cepat. Ada 6.500 rumah yang tumbuh setiap tahun," kata Wakil Wali Kota Jambi Maulana, Minggu (26/2).
Dengan pertumbuhan tersebut, artinya muncul lingkungan baru yang juga perlu infrastruktur, seperti air bersih, listrik, pengolahan limbah dan lainnya.
"Akselerasi mendukung lingkungan itu juga harus lebih cepat, lebih fukus pada pembangunan komunitas," imbuhnya.
Kata Maulana, masyarakat lingkungan rukun tetangga (RT) haruk aktif melakukan musyawarah terkait kebutuhan krusial lingkungan mereka.
"Di RT itu silahkan bermusyawarah. Butuh apa, yang krusial apa," ujarnya.
Nantinya sebut Maulana, ada program pemerintah yang langsung memberikan bantuan dana kepada masyarakat melalui RT untuk keperluan pembangunan lingkungan.
"Dananya diberi pemerintah, seperti konsep bangkit berdaya yang diperluas. Tapi bangkit berdaya itu dananya masih kecil dan terbatas. Untuk itu, nantinya kita akan alokasikan per RT bisa Rp 100 juta," ungkap Maulana.
Dengan dana tersebut, pembangunan lingkungan masyarakat bisa tematik. Berbeda kebutuhan setiap lingkungan.
"Pengelolaannya tentu diawasi lurah dan camat," ujarnya.
Dijelaskannya, program tersebut akan dibuat perencanaan pada 2024 mendatang, dan diterapkan pada 2025.
"Karena itu sudah masuk dalam rencana program. Tapi pelaksanaannya ada di 2025, tahun 2024 perencanaan," sebutnya.
Sebab pada 2025 mendatang ada opsen pajak (tambahan pajak menurut persentase tertentu). Tentunya dengan itu terjadi kenaikan pendapatan.
"Itu harus dialokasikan jelas, supaya pembangunan berbasis komunitas bisa jalan. Termasuk nanti sistem pengawasan jangan sampai nanti RT nya di periksa," ujarnya.
Maulana mengaku, dengan opsen pajak tersebut, dirinya sudah berhitung kenaikan pendapatan Pemkot Jambi.
"Kita sudah berhitung dengan Bappeda, nanti ada opsen pajak sekitar Rp300 miliar. Separuhnya bisa kita pakai untuk pembangunan komunitas tadi. Kota Jambi ada sekitar 1.662 RT, jadi sekitar setengah dari opsen pajak itu bisa dialokasikan," beberanya.
Wakil Ketua III DPRD kota Jambi, Pangeran HK Simanjuntak saat diminta tanggapan mengenai rencana tersebut mengatakan, hal ini tentunya sangat dibutuhkan masyarakat.
"Itu yang sangat dibutuhkan, pembangunan berbasis lingkungan. Selama ini kita sering turun ke lapangan, seperti masyarakat butuh sarana olahraga, butuh pelaksanaan kegiatan kepemudaan dan lainnya, tentu bisa direalisasikan melalui program tersebut," katanya.
Lanjut Pangeran, dirinya sangat berharap dengan program yang disampaikan wawako Maulana itu, yakni pembangunan berbasis lingkungan. Rp 100 juta per tahun untuk setiap RT.
"Ini lebih mudah, masyarakat bisa juga mengembangkan potensi wilayah mereka," katanya.
Selain itu sebut Pangeran, ia juga berharap masing-masing wilayah ada produk unggulan.
"Bisa juga nanti di kompetisikan, sehingga bisa berefek juga terhadap kunjungan wisata," sebutnya.
Hal itu tentunya perlu perencanaan matang, kata Pengeran, jangan sampai nanti menimbulkan permasalahan baru.
"Kami berharap ini benar direncanakan dengan matang. Mulai perencanaan, penggunaan dan pertanggungajawaban," pungkasnya.