Penanganan Kemiskinan Ekstrim di Kota Jambi, Fasha: Harus Selesai Tahun Ini

Senin, 27 Februari 2023 - 11:02:48 WIB - Dibaca: 1735 kali

Wali Kota Jambi Syarif Fasha
Wali Kota Jambi Syarif Fasha (Foto: jambiprima.com/Ahmad )

JAMBIPRIMA.COM,JAMBI - Penanganan kemiskinan ekstrem di Kota Jambi, ditargetkan tahun ini harus tuntas. Hal ini ditegaskan Wali Kota Jambi, Syarif Fasha saat menggelar rapat penanganan ekstrem bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Jumat malam (24/2).

Masalah kemiskinan ekstrem di Kota Jambi masih menjadi fokus perhatian pemerintah yang harus cepat diselesaikan. Wali Kota Jambi dua periode, Syarif Fasha mengatakan, dirinya menargetkan masalah kemiskinan ekstrem di Kota Jambi pada tahun ini dapat dituntaskan.

Dirinya meminta kepada jajarannya, terkhusus pada lurah se-Kota Jambi, untuk melakukan pendataan ulang kembali masyarakat yang dinyatakan miskin ekstrem.

"Para lurah juga telah diberikan indikator atau tolak ukur untuk penilaian miskin ekstrem," kata dia.

Nantinya, para lurah akan membagikan formulir pengisian data bagi warga warga yang dinyatakan miskin ekstrem. Kemudian akan dilihat, apakah taraf hidupnya sudah membaik, atau belum.

"Jika sudah membaik maka akan dihapus dari data masyarakat miskin ekstrem," singkatnya.

Sementara itu, Lurah Kenali Asam, Kecamatan Kotabaru, Haliluddin menyebutkan, sebagai kelurahan pemekaran baru, pihaknya tetap melakukan pendataan terhadap warga miskin ekstrem.

“Pendataan mengenai pendapatan warga, misal per hari ada pendapatan Rp100 ribu dibagi jumlah anggota keluarga. Di mana hasilnya berada di bawah Rp10 ribu, maka dikategorikan miskin ekstrem,” terangnya saat mendatangi salah satu kegiatan di RT 31 Kelurahan Kenaliasam.

“Pendataan ini nantinya kita akan dibantu dan difasilitasi oleh RT setempat. Maka dari itu, para ketua RT diharapkan segera melakukan pendataan dengan blangko yang diberikan nantinya,” jelasnya.

Untuk diketahui, Berdasarkan data, 9,02 persen masyarakat Kota Jambi berada dalam garis kemiskinan, atau sekitar 54.000 penduduk. Dari jumlah itu, 1,09 persen atau 6.500 penduduk dikategorikan miskin ekstrim.





BERITA BERIKUTNYA