JAMBIPRIMA.COM,JAMBI- Dinas Perhubungan Kota Jambi sudah melakukan survey terkait kepadatan lalu lintas di beberapa ruas jalan di Kota Jambi. Hasilnya, ada 20 titik rawan macet di kota Jambi saat jam tertentu. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Saleh Ridho, Kamis (2/3).
Saleh mengatakan, berdasarkan hasil survey itu, kecepatan rata-rata paling rendah di Jalan Ir Juanda, Kawasan Mayang. Hal itu dipicu oleh kendaraan yang parkir sembarangan, adanya belokan yang tidak beraturan, tidak ada median jalan, serta keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL). "Ini akan kita sikapi seperti apa. Yang jelas bulan ini akan kami rapatkan di forum lalu lintas," katanya.
Dia menambahkan, untuk kecepatan rata-rata paling tinggi, itu berada di Jalan Selamet Riyadi (Broni). "Itu bisa 50-55 Km per Jam. Kawasan ini lebih clear, pagi tidak ada macet," jelasnya.
Dia menambahkan, beberapa ruas jalan yang sering terjadi kepadatan lalu lintas dan menimbulkan kemacetan diantaranya adalah Jalan Ir Juanda (Kawasan Mayang), Jalan Pattimura (Depan SD Tingkat), Jalan TP Sriwijaya (Kawasan 16), serta Jalan Sumatera (Simpang PGRI Handil).
Kata dia, untuk Jalan TP Sriwijaya, dibutuhkan biaya yang besar untuk pelebaran jalan. "Jalannya memang sempit, perumahan yang padat, itu ada penjagaan yang dilakukan disana. Kalau tidak ada luar biasa macetnya. Kami sedang kaji apa perlu traffic light nanti disana," katanya.
Untuk Jalan Sumatera (Simpang PGRI Handil), saat ini sudah dipasangi median. Sehingga kendaraan dari arah Perumnas Kotabaru tidak bisa langsung masuk, harus melakukan putar arah.
"Ini pun saat jam tertentu masih macet. Tapi sudah lebih tertib, dibanding sebelumnya tidak ada yang mau mengalah," katanya.
Saleh juga menyoroti aktivitas kendaraan yang putar arah depan STM Atas. "Disitu awalnya sudah dipasang rambu larangan putar balik. Tapi ada yang mencabut. Disana juga ada warga yang mengambil kesempatan, ini akan kami tegur dan lakukan tindakan," jelasnya.
Sementara untuk kepadatan di depan sekolah-sekolah saat jam tertentu, pihaknya sudah meminta kepada pihak sekolah untuk menempatkan petugas pembantu pengatur lalu lintas. Sebab, Dishub tidak bisa membantu menempatkan petugas ditiap sekolah.
"Seperti di SD Tingkat Pattimura, SD 47, Al-Azhar, Xaverius dan lainnya," katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, ditahun 2020 setidaknya ada 779.749 kendaraan di Kota Jambi. Yang terdiri dari motor, mobil, bus dan juga truk. Dengan jumlah kendaraan sebanyak itu, arus lalulintas di Kota Jambi kian padat. Sementara dari data Kota Jambi Dalam Angka 2022, jumlah penduduk Kota Jambi pada tahun 2021 yang mencapai sekitar 612.162 jiwa.
Wakil Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk membangun jalan layang.
"Kedepan kita ingin melobi pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk membangun jalan layang di beberapa titik kemacetan," ujarnya.
Maulana mengatakan, jalan layang merupakan salah satu solusi atas kemacetan yang terjadi dibeberapa lokasi dalam Kota Jambi. Ia mengatakan, untuk mendukung itu maka pihaknya akan memberikan garansi kepada pemerintah pusat terkait dengan pembebasan lahan dan lain sebagainya.
"Ini kewenangan memang tidak di Kota, tetapi garansi dengan Pemerintah Kota kepada Pemerintah Pusat bahwa kita membantu apakah proses pembebasan lahan, atau memanggil ketua RT dan masyarakat," jelasnya.
Ia mengungkapkan, saat ini sulit untuk melakukan pelebaran jalan. Sehingga jalan layang menjadi salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk melerai kemacetan di Kota Jambi.
"Supaya penyelesaian dibeberapa titik macet, jalan tidak bisa dilebarkan tetapi harus dibuat crossing melalui jalan layang. Misalnya Tugu Juang dan Jelutung wilayah yang cukup krusial," sebutnya. (Ahmad)