JAMBIPRIMA.COM,JAMBI- Tingkat pengangguran terbuka di Kota Jambi diangka 8 persen. Dari angka tersebut kota Jambi merupakan daerah tertinggi tingkat pengagguran terbuka di provinsi Jambi.
Hal ini diakui Wakil Wali Kota Jambi Maulana. Ia menyebutkan, saat ini memang angka pengangguran terbuka di kota Jambi 8 persen.
“Waktu wabah covid dulu sempat dua digid, sekarang diangka 8 persen. Kita memang paling tinggi di provinsi Jambi,” kata Wakil Wali Kota Jambi Maulana.
Dijelaskannya, hampir seluruh wilayah Indonesia, setiap daerah yang merupakan ibukota provinsi dan pusat pendidikan tinggi itu selalu terjadi tingkat pengangguran yang cukup banyak.
“Karena setiap tahun dari perguruan tinggi ada ribuan mahasiswa yang lulus. Sekitar 70 persennya tidak mau balik ke kampung. Tetap bertahan di kota, sehingga daftar pengangguran terbukanya tercatat di kota Jambi,” jelasnya.
Hal ini sebut Maulana memang harus diantisipasi. Salah satunya dilakukan pengembangan pusat-pusat ekonomi kreatif.
“Kalau kita bayangkan, Jalan Sudirman teroptimalkan, Jelutung teroptimalkan, berapa banyak UMKM dan anak muda yang bisa melakukan aktivitas ekonomi,” ujarnya.
Ativitas ekonominya kata Maulana, bisa seperti kuliner, fasihon. Sehingga itu bisa memicu masyarakat kabupaten tetangga datang ke kota Jambi untuk berkunjung.
“Seperti mencari tempat ngopi, kuliner dan lainnya,” sebutnya.
Kata Maulana, yang paling penting adalah, rencana strategisnya untuk mengatasi tingkat pengangguran terbuka ini harus dilakukan.
“Kita akan membangun balai latihan kerja tematik. Balai latihan kerja yang dimiliki pusat, provinsi itu sudah baik. Namun balai latihan kerja tematik ini sifatnya melihat potensi,” katanya.
Contoh sebut Maulana, pemerintah tengah membangun wisata dan butuh 100 UMKM anak muda misalnya. Hal itulah yang ditawarkan dan peminatnya dilatih secara tematik khusus.
“Prinsipnya, balai diklat ini mengikuti kondisi pembangunan kita. Sehingga peluang itu tidak diisi orang dari luar,” pungkasnya.