JAMBIPRIMA.COM,JAMBI- Komisi II DPRD kota Jambi menggelar rapat dengar pendapat bersama dengan jajaran direksi PT Siginjai Sakti. Rapat digelar pada Selasa pekan lalu. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi, Junedi Singarimbun, dan turut dihadiri Koordinator Komisi II, Ir MA Fauzi.
"Rapat itu membahas tentang perkembangan bisnis PT Siginjai Sakti untuk kedepannya. Apa-apa saja yang mau dilakukan oleh perusahaan milik daerah itu," kata Junedi saat dihubungi Rabu (29/3).
Junedi mengatakan, ada beberapa unit usaha yang akan segera dikembangkan diantaranya adalah pengelolaan Jaringan Gas (Pertagas), dan pengelolaan alat perekam pajak (Tapping Box).
"Dua itu akan kita minta untuk segera direalisasikan. Memang harapan kita bisa segera berekspansi mengejar target bisnis yang 12 item itu. Seperti transportasi, pasar, Asphalt Mixing Plant (AMP), pariwisata, beton pra cetak, dan lain sebagainya. Seperti di kota-kota besar itu kan mereka sudah memakai drainase dengan sistem beton pracetak. Tapi itu bertahaplah nanti, karena itu kan membutuhkan biaya yang cukup besar, jadi pelan-pelan. Tapi itu sudah kita sampaikan ke mereka," katanya.
Kata politisi PDIP itu, manajemen diharapkan bisa mengejar target bisnis yang mudah-mudah terlebih dahulu. Sehingga bisa menutup biaya operasional perusahaan dan tidak mengandalkan penyertaan modal dari pemerintah.
"Harapan kita memang bisa segera mandiri, dan cepat berakspansi. Manajemen bisa menyampaikan terbosan terobosan baik kepada pemerintah maupun kepada dewan. Kalau memang terobosan itu bisa menguntungkan bagi perusahaan, maka pemerintah akan support, kalau butuh penyertaan modal, maka akan kita anggarkan. Tapi yang jelas kita harus membuat perda penyertaan modal terlebih dahulu," katanya.
Dia juga menyampaikan kendala perusahaan pada saat harian tersebut, diantaranya adalah kekurangan peralatan untuk mengolah aspal. "Jadi mereka ini masih sewa alat dengan Dinas PUPR, mereka harus mengeluarkan biaya sewa alat. Oleh karena itu belum nampak hasil yang signifikan. Makanya kita berharap pemerintah kota Jambi bisa menghibahkan alat-alat itu ke Siginjai Sakti. Alat berat yang khusus saja disisakan di dinas PUPR. Kalau yang lain-lain saya rasa lebih baik diserahkan ke Siginjai Sakti, jadi beban PUPR akan berkurang," katanya.
Dalam rapat dengar pendapat itu juga dibahas mengenai rencana pengelolaan transportasi angkutan kota (Angkot) yang disubsidi oleh pemerintah pusat.
"Pemerintah kota Jambi menjalankan perintah pusat dalam bentuk subsidi yang diberikan kepada angkutan kota ini. Nantinya Siginjai Sakti itu menerima subsidi per kilometer (Km) dari pusat, seperti di Bogor itu sudah seperti itu. Ini untuk mengurai kemacetan di dalam kota dan juga untuk anak sekolah," pungkasnya. (Ahmad)
Fasha Paparkan Visi-Misi dan Potensi Daerah Dihadapan Peserta SSDN PPRA LXV 2023
Bangunan yang Terbakar di Kawasan Bohok di Duga Adalah Gudang Minyak
Pemkot Jambi Siapkan Rp29 Miliar untuk THR PNS dan Dewan, Cair Mulai H-10 Idul Fitri 2023
Mashuri Lantik 432 Orang Pejabat MeranginbUntuk Kepala Sekolah dan Pejabat Fungsional