Dishub Kota Jambi akan Tertibkan Keberadaan “Pak Ogah” dan Jukir Liar

Rabu, 12 April 2023 - 13:43:11 WIB - Dibaca: 2102 kali

Kadishub Kota Jambi, Saleh Ridho.
Kadishub Kota Jambi, Saleh Ridho. (Foto: jambiprima.com/Ahmad )

JAMBIPRIMA.COM,JAMBI- Dinas Perhubungan Kota Jambi mengatakan di momen Ramadhan ini banyak bermunculan Juru Parkir (Jukir) liar. Oleh karena itu, pihaknya melalui bidang pengawasan bakal melakukan penertiban dan pendataan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Saleh Ridho, Selasa (11/4).

Saleh mengatakan pihaknya akan memberikan Surat Perintah Tugas (SPT) sementara atau Id Card kepada para Jukir liar ini. Sehingga uangnya bisa disetorkan ke khas daerah. “Walaupun mereka tidak diberikan rompi, tapi kita upayakan punya Id Card, jadi resmi, dan uangnya disetorkan ke khas daerah. Khususnya di toko-toko atau tempat jualan pakaian. Dari pantauan kami, wilayah Mayang itu paling banyak,” jelasnya.

Kata dia, saat ini proses pendataan sudah berjalan. Ditafsir nominal uang yang masuk ke khas daerah bisa mencapai Rp20-30 juta hingga Idul Fitri nanti. Ia memprediksi puncak keramaian akan jatuh di H-7 Hari Raya.

“Kurang lebih ada 100 Jukir yang memang itu tidak resmi. Potensinya bisa Rp20-30 juta. Paling banyak wilayah Mayang,” ujarnya.

Selain Jukir liar, pihaknya juga akan menertibkan keberadaan petugas pengatur jalan atau biasa disebut “Pak Ogah” yang saat ini sering beroperasi ditempat yang tidak tepat. “Misalnya yang ada rambu-rambu dilarang putar arah, seperti di STM Atas dekat Mall Jamtos itu. Itu ada rambu larangan putar balik. Ini akan ditindak. Untuk titik lain sudah dilakukan pembinaan. Ada juga yang justru karena ada Pak Ogah ini malah macet,” katanya.

Disisi lain, Dishub Kota Jambi merasa terbantu dengan petugas pengatur jalan ini, karena keterbatasan personil. “Kita ingatkan memang ada yang tidak diperbolehkan, ada juga yang dilarang, tidak semua diperbolehkan,” jelasnya.

Beberapa titik kemacetan selama Ramadhan ini antara lain adalah pasar bedug, Mayang, Aurduri, dan Sipin “Ada titik kemacetan ini yang kita tempatkan petugas dan rekayasa lalu lintas melalui lampu lalu lintas,” pungkasnyaa. (Ahmad)





BERITA BERIKUTNYA