JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Sebanyak 6.910 warga Kota Jambi tergolong ke dalam miskin ekstrem. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Jambi, Maulana pada rapat Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) di Aula Bappeda Kota Jambi, Selasa (18/7).
Kata Maulana, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Jambi berhasil menurunkan angka kemiskinan dan sudah melakukan verifikasi, serta validasi data angka kemiskinan ekstrem.
"Melalui RT dan lurah sudah terkumpulkan 6.910 warga yang tergolong miskin ekstrem itu, dan sudah beberapa diberikan bantuan sosial," ujar Maulana.
Dia mengatakan, data kemiskinan ekstrem yang sudah diverifikasi dan divalidasi ini, harus menjadi baseline data semua program penanggulangan kemiskinan.
"Fokus TKPK kita adalah menghapus angka kemiskinan ekstrem itu. Semua lurah sudah tahu dan memahami orang-orangnya by name by address," katanya.
Sehingga kata Maulana, para RT dan lurah bisa mendata dan menanyakan warga itu, apakah sudah tersentuh program pemerintah atau belum.
"Bisa ditanya ada tidak BPJS Kesehatannya, kalau tidak ada urus. Beasiswa pendidikan, dan bantuan sosial lainnya. Program pelatihan juga diprioritaskan. Dana kelurahan dari provinsi juga bisa dilakukan untuk membangu pengentasan kemiskinan ekstrem di Kota Jambi," pungkasnya.
Untuk diketahui, seseorang dikategorikan miskin ekstrem jika pengeluarannya di bawah Rp10.739/orang/hari atau Rp322.170/orang/bulan (BPS,2021).
Banyak Sekolah Kekurangan Peserta Didik, Zayadi : Disdik Harus Mapping, Tahun Depan Jangan Terulang
Wabup Tanjabbar Pinta Seluruh OPD Tim TPPS Tangani Faktor Resiko Stunting
Sinergisitas Media dan Polri, Ketua SMSI Provinsi Jambi Apresiasi Dit Lantas Polda Jambi
Diduga Akibat Konsleting Listrik dan Ledakan Gas, Bangunan di Sipin Kebakaran
Cek Endra Temu Kangen dengan Tokoh Masyarakat Siliwangi di Ponpes Sunan Gunung Jati