Pembangunan Stocokpile Batubara di Aurduri Dekat Intake PDAM, Supply Air Minum Bisa Terancam

Kamis, 03 Agustus 2023 - 10:31:42 WIB - Dibaca: 2051 kali

Pembangunan Stocokpile Batubara di Aurduri Dekat Intake PDAM, Supply Air Minum Bisa Terancam
Pembangunan Stocokpile Batubara di Aurduri Dekat Intake PDAM, Supply Air Minum Bisa Terancam (jambiprima.com)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Polemik aktivitas land clearing yang dilakukan PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) di kawasan Aurduri, Kelurahan Aurkenali, Kecamatan Telanaipura, beberapa waktu lalu terus berlanjut. Pasca dihentikan sementara, Rabu (2/8) telah dilakukan rapat konsolidasi antara Pemkot Jambi, Pemprov Jambi dan PT SAS.

Hanya saja memang, rapat konsolidasi yang dipimpin oleh Kepala DPMPTSP Provinsi Jambi ini, digelar tertutup. Rapat dimulai pukul 13.45 WIB dan berakhir sekira pukul 15.45 WIB.

Usai rapat, Ketua Tim Terpadu Pemkot Jambi, Amirullah mengatakan, dari hasil rapat konsolidasi tersebut, Pemkot Jambi belum mendapat jawaban secara kongkret.

Hal-hal yang dipaparkan belum mendapatkan jawaban secara lengkap dari PT SAS. Seperti mengenai penimbunan anak sungai.

“Belum ada jawaban jelas. Di sana (lokasi, red) juga ada lahan pertanian dan irigasi kita yang ikut ditimbun, juga belum ada kejelasan. Memang mereka izin ada, tapi ada beberapa poin yang tidak dilakukan. Di antaranya sosialisasi ke masyarakat. Nanti akan kita tindaklanjuti dengan memanggil sejumlah pihak. Pada intinya kami belum menyetujui aktivitas tersebut dilanjutkan,” katanya.

Kata Amirullah, tak hanya itu, jika nantinya lokasi stockpile ini benar-benar terwujud, maka akan ada dampak lebih besar yang terjadi. 

“Salah satunya intake air minum milik Perumda (PDAM) Tirta Mayang di Aur Duri di wilayah tersebut. Ini memberikan dampak serius, maka kami belum menyetujui hal ini,” tutupnya. 

Sebelumnya, Ketua Forum RT Aur Kenali, Pitir Ramli saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Ia menyebutkan, adanya rencana pendirian stockpile (penampungan sementara batu bara) yang sangat dekat dengan pemukiman warga Perumahan Aurduri, Kelurahan Aur Kenali.

“Sampai saat ini pengembang ataupun yang bertanggung jawab atas pendirian tersebut belum melaporkan kepada Ketua RT setempat maupun pihak kelurahan,” katanya.

Karena itu, pihaknya selaku forum RT Kelurahan Aur Kenali, telah mengadakan rapat dan pertemuan dengan warga pada 19 Juli 2023. Setelah mendengar dan menampung masukan, usulan, pendapat dan tanggapan tentang rencana pendirian stockpile tersebut, maka warga Perumahan Aurduri bersama para Ketua RT se Kelurahan Aur Kenali sangat keberatan dan menolak rencana pendirian stockpile (penampungan sementara batu bara) tersebut.

“Karena akan mendapat imbas negatif langsung kepada warga Perumahan Aurduri. Kami Forum RT Kelurahan Aur Kenali menyatakan sikap sangat keberatan dan menolak rencana pendiriaan penampungan batu bara yang sangat dekat dengan kawasan pemukiman itu,” tambahnya.

Beberapa hal yang menjadi alasan sebut Pitir, pendirian stockpile (penampungan sementara batu bara) yang sangat dekat dengan pemukiman warga perumahan Aurduri tersebut akan menimbulkan debu hitam yang akan mengganggu kesehatan warga, atap rumah, AC rumah dan sebagainya.

Kemudian akan menimbulkan kebisingan dan ketidaknyamanan warga dalam beraktivitas sehari-hari, sehingga warga tidak merasa nyaman dan merasa terganggu.

Selain itu rencana pendirian stockpile tersebut akan menimbulkan kemacetan lalulintas yang luar biasa kearah Perumahan Aurduri, mengingat bersimpangan dengan jalan lintas Timur arah Pekanbaru /Medan dan Palembang.

“Pendirian stockpile tersebut berdekatan dengan wilayah pemukiman perumahan padat, dikhawatirkan akan muncul warung-warung remang yang merusak generasi muda Perumahan Aurduri. (Ahmad)





BERITA BERIKUTNYA