JAMBI - Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Jambi mengalami peningkatan sejak bulan Juli, demikian yang diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Jambi, dr. Rini Kartika.
Data yang diberikan olehnya menunjukkan bahwa jumlah kasus ISPA di Kota Jambi mencapai 5.310 kasus pada bulan Juli dan meningkat menjadi 5.477 kasus pada bulan Agustus. Artinya, dalam dua bulan ini 10.787 warga Kota Jambi terkena penyakit ISPA.
Peningkatan kasus ISPA ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kabut asap yang telah meliputi Kota Jambi dalam beberapa bulan terakhir.
Kata dia, yang paling banyak terjangkit adalah warga dengan umur di atas 5 tahun.
Terpisah, akibat kondisi udara di Jambi yang masih "Tidak Sehat", Dinas Pendidikan Provinsi Jambi telah mengeluarkan edaran terkait antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta memburuknya kualitas udara di wilayah tersebut.
Edaran ini sebagai respons terhadap kondisi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang selama satu minggu terakhir menunjukkan kategori "Tidak Sehat."
Untuk itu, berikut langkah-langkah yang harus dilakukan oleh satuan pendidikan dalam menghadapi situasi ini:
Pembelajaran Daring: Mulai tanggal 2 hingga 4 Oktober 2023, seluruh kegiatan belajar mengajar akan dilakukan secara daring (online) dari rumah. Sistem pelaksanaannya akan diatur oleh masing-masing satuan pendidikan.
Penggunaan Masker: Guru, siswa, dan tenaga kependidikan dihimbau untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Langkah ini penting dalam menjaga kesehatan pernapasan mereka.