JAMBI - Pelayanan air bersih di Kota Jambi mengalami gangguan serius akibat surutnya Sungai Batanghari, yang merupakan sumber air baku Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mayang. Sebanyak empat kelurahan, yaitu Kelurahan Kenali Asam, Kelurahan Kenali Asam Atas, Kelurahan Kenali Asam Bawah, dan Kelurahan Talang Gulo, serta Desa Talang Belido Muaro Jambi yang merupakan pelanggan Perumda Tirta Mayang, mengalami ketidaktersediaan air bersih.
Menurut Humas Perumda Tirta Mayang, Ade Lubis, kondisi ini terkait dengan menurunnya debit Sungai Batanghari, yang menyebabkan booster paal 8 tidak dapat beroperasi pada tanggal 1 Oktober 2023. Akibatnya, pengaliran air ke beberapa wilayah harus dihentikan untuk sementara waktu.
"Namun, pada sore hari tanggal tersebut, booster tersebut sudah kembali beroperasi dan pengaliran air telah normal kembali," katanya, Minggu (1/10/2023).
Bagi pelanggan Perumda Tirta Mayang yang terdampak gangguan layanan air, mereka dihimbau untuk menghubungi nomor kontak layanan agar dapat menerima air melalui mobil tangki. Situasi ini terkait dengan kondisi debit Sungai Batanghari yang jauh di bawah normal, dengan tinggi air mencapai 8.30 meter pada saat itu, sementara normalnya debit Sungai Batanghari di atas angka 9 meter.
Penjaga pintu air Ancol Kota Jambi, Syahrudin, menjelaskan bahwa kondisi ini telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir karena adanya kemarau panjang, yang menyebabkan debit Sungai Batanghari terus menyusut. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berdampak pada pasokan air bersih bagi warga di wilayah tersebut.