JAMBI- Antrean solar pada SPBU di Kota Jambi makin ramai. Untuk mendapatkan solar, para pemilik kendaraan harus rela menghabiskan waktu antrean lama di SPBU.
Hal ini sangat dikeluhkan para pemilik kendaraan dengan bahan bakar Solar.
Selain itu, antrean panjang solar di SPBU itu juga menyebabkan kemacetan bagi pengendara lain.
Pantauan di SPBU Simpang Rimbo banyak sekali antrian mobil angkutan yang mengantre solar.
“Saya tetap saja akan mengantri dengan terpaksa agar mendapatkan solar meski harus menunggu ber jam-jam,” kata Supardi salah satu sopir truk yang tengah mengantre solar, Rabu (29/11).
Sulitnya solar didapat warga Jambi ini kemudian menimbulkan antrean di beberapa SPBU Kota Jambi. Tampak banyak mobil antre berjejer hingga di pinggir jalan menjelang SPBU untuk dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar kendaraan mereka.
“Jika ingin mendapatkan solar bagi saya selaku sopir angkutan barang, terpaksa mengantri terlebih dahulu di subuh karena SPBU buka di pagi hari, jadi bisa kebagian minyak,” kata sopir lainnya, Paisol.
Sulitnya bahan bakar solar ini di beberapa SPBU Jambi membuat warga sering mengeluhkannya. Warga berharap persoalan sulitnya solar di SPBU itu dapat segera diatasi.
Seperti seorang sopir truk pengangkut pasir di Kota Jambi, Yanto. Ia mengatakan, dirinya telah berkeliling ke sejumlah SPBU dalam Kota Jambi hanya untuk mendapatkan bahan bakar Solar.
“Ini mengantre sejak pagi hingga siang, tapi juga belum mendapatkan solar,” kata Yanto, saat mengantre di SPBU Jalan Kapten Pattimura, Kota Jambi, Minggu.
"Bagaimana kebijakan pemerintah, tolong kasih solusi untuk kami," tambahnya.
Dengan kondisi sulitnya mendapatkan solar ini sebut Yanto, berdampak terhadap pemasukan keuangannya.
"Kalau mengantre seperti ini bagaimana mau narik. Anak bini di rumah mau makan apa," ucapnya.
Sopir truk lainnya, Bambang mengaku, untuk mendapat solar Ia harus mengantre lebih kurang 10 jam.
"Ngantre dari pukul 01.00 Wib, demi mendapatkan Solar,” kata Bambang.
Menurut Bambang, susahnya mendapatkan solar ini sangat berdampak pada profesinya sebagai seorang sopir.
"Otomatis uang makan kito di jalan bertambah, istirahat kurang, serta trip bawa barang juga berkurang,” katanya.
Disampaikanya, kesulitan mendapatkan solar ini sudah berlangsung lama. "Mobil sudah rame jugo, dari plat luar pada ke Jambi semua," sampainya.
Dirinya berharap agar kedepannya pemerintah dapat segera menangani permasalahan ini, sehingga Ia dan rekannya sesama sopir dapat bekerja normal.
"Harapan kami bagaimana solusinya sopir-sopir bisa mendapatkan solar,” katanya.
Salah satu petugas SPBU di Jalan Pattimura, saat dibincangi terkait sulitnya solar, mengatakan, susahnya mendapatkan solar karena kendaraan yang menggunakan bahan bakar solar sudah sangat banyak.
“Ini kendaraannya makin banyak," singkatnya.
Sri Puwaningsih Ingatkan ASN Pada Upacara HUT KORPRI: Netralitas Kunci Utama dalam Menghadapi Pemilu
Tingkatkan Pengawasan Logistik melalui Bimtek Panwaslu Kecamatan dan PKD di Kerinci
Tunggakan Pajak Hotel Abadi Suite Capai Rp5,7 Miliar, Ini Rinciannya
PT EBN dan Sejumlah Tempat Usaha Ditinjau oleh Tim Optimalisasi, Tunggakan Pajak PT EBN Capai Rp1,5
Tim Sultan Satreskrim Polres Tebo Berhasil Ungkap Pelaku Pembunuhan MK di Kebun Miliknya
Perhitungan Sementara, UMK Jambi 2024 Diprediksi Naik 6,4 Persen jadi Rp3,4 Juta