JAMBI- Musim hujan yang terjadi di Kota Jambi dan sekitarnya telah merendam Jogging track di Kawasan Danau Sipin, sejak Rabu (3/1/2024) lalu. Air juga menggenangi jalan Legok, depan Kantor Lurah Legok, Danau Sipin.
Salah seorang Penyewa Sampan, Halimah mengatakan bahwa banjir ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. Sementara kondisi Jogging track memang kurang tinggi konstruksinya.
"Kurang tinggi, karena baru hujan beberapa hari saja sudah terendam apalagi nanti kalau curah hujannya semakin intens," katanya.
Kata dia, pemerintah harusnya meninggikan lagi kondisi jogging track tersebut atau mencari alternatif lain.
"Takutnya nanti cepat rusak," ujarnya.
Meski begitu dirinya bisa meraup untung lebih besar daripada saat kondisi normal. Jika biasanya hanya mendapatkan uang Rp30 ribu perhari, dengan kondisi banjir ini dapat meraup Rp80 ribu hingga Rp100 ribu perhari.
"Sekali nyebrang itu hanya bayar Rp4 ribu saja," katanya.
Penyewa Ketek Lainnya mengaku, jika musim hujan dan banjir, aktivitasnya menambang bertambah.
"Kalau banjir sampai malam, ramai juga kalau malam, orang pulang kerja," jelasnya.
Sebelumnya, Sari warga RT 32 Legok, mengatakan jika hal itu sudah biasa, jika kondisi hujan terus menerus, luapan Sungai Batanghari menyebabkan jalan tersebut tergenang.
"Kalau rumah di sini aman, cuma jalan ini memang selalu tergenang saat hujan dengan intensitas yang tinggi dan secara terus-menerus. Ada yang pakai ketek, karena sudah mulai tinggi. Biasanya bayar Rp3 ribu untuk sekali penyeberangan," katanya.
Ada juga warga yang menitipkan kendaraannya di kawasan wisata Danau Sipin. Dengan biaya penitipan Rp5 ribu sehari.
"Jadi dari Legok nyebrang pakai ketek, nanti sampai di kawasan wisata Danau Sipin, baru mengambil kendaraan sepeda motor. Biasanya seperti itu," ujarnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Suci. Menurutnya pihaknya, sudah biasa menghadapi situasi seperti sekarang. Di mana pada bulan Desember hingga Januari terjadi genangan air di jalan tersebut seperti saat ini.
"Kalau kami yang tinggal di sini sudah biasa," katanya.
Namun dia berharap pemerintah bisa meninggikan jalan tersebut sehingga saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi jalan tersebut itu bisa digunakan oleh masyarakat.
" harapan kami sebagai masyarakat tentunya kalau bisa jalan ini ditinggikan supaya kalau musim hujan tetap bisa dilewati," pungkasnya.