JAMBIPRIMA.COM, KOTAJAMBI - Kota Jambi memerlukan setidaknya 420 hidran untuk memberikan proteksi maksimal terhadap kebakaran, sesuai dengan rencana jangka panjang pemerintah selama 20 tahun ke depan.
Hingga saat ini, hanya terdapat 18 hidran aktif di kota tersebut, jauh dari jumlah ideal yang dibutuhkan.
Hal ini menjadi perhatian serius mengingat risiko kebakaran yang meningkat, seiring dengan pertumbuhan perumahan yang pesat di kota Jambi.
Menurut Mustari Affandi, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, mengandalkan armada pemadam kebakaran semata tidak cukup untuk menjamin kecepatan penanganan kebakaran, terutama di area yang jauh dari sumber air.
"Kapasitas mobil pemadam yang membawa air 4.000 liter memerlukan waktu sekitar 15 menit jika jaraknya jauh," jelas Mustari.
Karena itu, dalam kondisi kebakaran, pihaknya minimal menurunkan empat unit armada agar pemadaman bisa dilakukan dengan cepat dan efisien.
Namun, banyak wilayah di kota Jambi yang masih belum memiliki hidran, seperti Bohok, Kota Baru, Alam Barajo, Talang Bakung, dan Danau Sipin. Padahal, area-area tersebut terus mengalami pertumbuhan populasi dan pembangunan perumahan yang signifikan.
Mengenai siapa yang akan bertanggung jawab dalam pembangunan hidran-hidran ini, Mustari menyatakan bahwa keputusan tersebut berada di tangan Pemerintah Kota Jambi. “Apakah itu dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) atau PDAM, itu terserah pemerintah kota,” ujarnya.
Yang pasti, pembangunan hidran harus menjadi prioritas demi proteksi kebakaran yang lebih baik di kota Jambi.
Saat ini, pihak dinas telah melakukan pengecekan terhadap hidran yang ada di kota Jambi, dan hasilnya menunjukkan bahwa hanya 18 hidran yang berfungsi dengan baik. Jumlah ini jelas sangat kurang untuk menutupi kebutuhan wilayah yang luas dan padat penduduk. Jika hidran-hidran ini segera dibangun, risiko kebakaran di kota Jambi bisa dikendalikan dengan lebih baik dan cepat. (Cr04)
PT TPIL Tunggak Pembayaran TBS Petani Plasma Rp1,2 Miliar, Wacana Putus Kemitraan Muncul
Kemarau Panjang Bikin Sumur Warga Kering, Sekali Beli Air Harus Rogoh Rp70 Ribu
DPRD Kota Jambi Soroti Dugaan Plagiasi Naskah Akademik Ranperda hingga 60 Persen
Pembelajaran Bahasa Arab di Era Digital Tak Cukup Cuma Nahwu dan Sharaf
Sampah ke TPA Talang Gulo Masih 400 Ton per Hari, Pemilahan dari Rumah Jadi Tantangan
ISPU Jambi Tembus 389, Kabut Asap Mulai Menekan Warga yang Tetap Bekerja