JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jambi melaporkan penurunan signifikan jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Jambi.
Pada bulan Oktober 2024, tercatat hanya 93 hotspot, menurun drastis dari sekitar 600 titik panas yang terpantau pada bulan September. Penurunan ini menjadi indikasi positif bagi kondisi lingkungan di Jambi.
Koordinator Data Informasi BMKG Jambi, Nabila, menjelaskan bahwa pengurangan jumlah hotspot ini mencerminkan perubahan cuaca yang lebih baik. Namun, Nabila juga mengingatkan bahwa potensi munculnya titik panas baru tetap ada, terutama pada hari-hari tanpa hujan. "Kondisi kering dapat menyebabkan peningkatan titik panas, sehingga kita perlu tetap waspada," ujarnya.
Sebagai langkah antisipatif, BMKG Jambi berencana memperpanjang keberadaan tim Karhutla hingga April 2025. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas lingkungan dan mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan, yang dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat dan ekosistem.
BMKG berharap dapat meningkatkan pengawasan terhadap potensi kebakaran dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.
"Kerja sama semua pihak sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas," tambah Nabila.
Kondisi cuaca yang lebih baik diharapkan dapat berlanjut, namun BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan proaktif dalam menjaga lingkungan. Masyarakat juga diminta untuk melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan terkait potensi kebakaran. (Cr04)
Batu Bara Sumbang Rp112 Miliar untuk Jambi, Tapi Infrastruktur Masih Jadi Kendala
438 CJH Kota Jambi Berangkat 5 Mei, Persiapan Hampir Rampung
Pelaku KDRT di Pelepat Ilir Bungo Ditangkap, Berawal dari Laporan Call Center 110
Ketergantungan Komoditas Masih Dominasi Ekonomi Jambi, Petani Hadapi Ketidakpastian Harga
Remaja 12 Tahun Tenggelam di Sungai Batanghari, Ditemukan Meninggal Dunia
Kebakaran Hanguskan Satu Rumah di Danau Sipin, Petugas Damkartan Bergerak Cepat