JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Kementerian Agama Republik Indonesia tengah menggodok wacana libur sekolah selama satu bulan penuh saat Ramadan 2025.
Wacana ini menarik perhatian masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Jambi.
Namun, hingga kini, Kemenag Provinsi Jambi masih menunggu regulasi dan petunjuk teknis terkait pelaksanaan kebijakan tersebut.
Kabid Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Provinsi Jambi, Zefni Ishaq, mengatakan bahwa pemerintah pusat masih melakukan kajian mendalam sebelum mengambil keputusan final.
“Wacana ini masih dalam kajian di tingkat pusat. Jika nanti ada putusan resmi dan regulasi yang ditetapkan, kami akan segera melakukan sosialisasi ke daerah-daerah,” ujar Zefni, Kamis (9/1/2025).
Menurut Zefni, kebijakan libur sekolah selama Ramadan harus dipertimbangkan dengan matang agar tetap memberikan manfaat bagi siswa.
“Libur sekolah selama Ramadan perlu dikaji dengan benar, sehingga anak-anak tetap memiliki kegiatan positif selama bulan suci,” tambahnya.
Wacana libur sekolah selama Ramadan mencuat sebagai upaya untuk memberikan kesempatan kepada siswa Muslim agar dapat fokus menjalankan ibadah puasa serta kegiatan keagamaan lainnya.
Namun, beberapa pihak juga mengingatkan perlunya program pengisi libur yang terarah agar waktu siswa tidak terbuang percuma.
Hingga kini, Kemenag Provinsi Jambi belum menerima arahan lebih lanjut mengenai kebijakan ini.
Masyarakat pun masih menantikan keputusan resmi dari pemerintah pusat yang diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan siswa dan mempertimbangkan keberlanjutan proses belajar mengajar. (Cr04)
Kloter Pertama Haji Jambi Pulang Lengkap, Perjalanan Spiritual 445 Jemaah Berakhir dengan Syukur
Kabar Gembira! Jamaah Haji Tebo Segera Tiba, Kloter 24 Dimajukan
Tanah Dihibahkan untuk Masa Depan Permukiman, Warga Keberatan Jalan TMMD Dijadikan Jalur Pipa Migas
Hari Adat Melayu Jambi dan 1 Muharram: Menjaga Identitas di Tengah Arus Perubahan Zaman
Pilkades Tebo Memanas! Tim Cakades Nomor 01 Ajukan Keberatan, PMD Mulai Proses Pengaduan
DPRD dan Pemkab Merangin Sepakat, Kepsek Mundur dan Nonjob Kembali Jadi Guru, Sertifikasi Tetap Aman
Empat daerah di Jambi rawan bencana hidrometodologi, ini himbauan BMKG