Karhutla Tebo Meningkat, 28 Hotspot Terdeteksi Sepanjang Agustus

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:54:51 WIB - Dibaca: 70 kali

Sekban BPBD Kab Tebo Ahmad Rony. Foto: David
Sekban BPBD Kab Tebo Ahmad Rony. Foto: David (Dok. Jambiprima.com)

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, mulai menunjukkan peningkatan. Kebakaran terjadi di area penggunaan lain (APL), lahan masyarakat hingga kawasan konsesi perusahaan.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo, Ahmad Rony, mengatakan sepanjang Agustus 2026 pihaknya telah menangani 28 kejadian hotspot yang tersebar di sejumlah wilayah.

“Untuk Agustus, kami sudah melakukan pemadaman dan pendinginan karhutla sekitar 12 hektare. Sementara total luasan karhutla sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 32 hektare,” ujar Rony.

Ia menyebut, kejadian terbaru terjadi di Kecamatan Rimbo Ulu, Desa Pemayungan Kecamatan Sumay, dan Kecamatan Tebo Ulu. Tim gabungan telah melakukan pemadaman dengan total luasan sekitar 3 hektare yang berada di sekitar permukiman masyarakat.

Kondisi di Kecamatan Sumay, kata Rony, menjadi perhatian karena adanya potensi peningkatan luasan karhutla. BPBD pun meningkatkan koordinasi dengan TNI-Polri, Manggala Agni, serta perusahaan pemegang konsesi.

Pada Rabu (12/8/2026), terdapat dua kejadian karhutla. Pertama, kebakaran terjadi di lahan APL yang berbatasan dengan PT Alam Bukit Tigapuluh (PT ABT). Kebakaran tersebut berhasil ditangani bersama oleh TNI, Polres, masyarakat dan pihak perusahaan.

“Lokasinya berada di kawasan yang menjadi pengawasan PT ABT, meskipun berada di luar konsesi. Luas lahan yang terbakar sekitar satu hektare,” jelasnya.

Sementara kejadian kedua berada di dalam konsesi PT Tebo Alam Lestari (PT TAL). Berdasarkan informasi yang diterima BPBD, api telah berhasil dipadamkan oleh regu pemadam perusahaan. Namun, BPBD masih menunggu laporan terkait luas lahan yang terbakar.

Rony menegaskan, Pemkab Tebo telah menerbitkan surat edaran yang ditandatangani Bupati Tebo terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar.

“Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati dengan kondisi saat ini, baik terhadap dampaknya bagi kesehatan maupun keselamatan diri, keluarga dan lingkungan sekitar,” pungkasnya. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA