JAMBIPRIMA.COM, KOTAJAMBI – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi memastikan hingga saat ini belum ada rencana untuk menaikkan harga gas LPG 3 kilogram, yang dikenal sebagai gas melon. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi, Amran, di tengah kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas melon di sejumlah wilayah di luar Provinsi Jambi dalam beberapa hari terakhir.
Amran menjelaskan bahwa Pemkot Jambi belum menerima instruksi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi terkait perubahan harga.
"Sampai saat ini belum ada informasi terkait kenaikan harga, artinya masyarakat di Kota Jambi masih bisa membeli gas tiga kilogram di pangkalan dengan harga sesuai HET, yaitu Rp18.000 per tabung," ujarnya, Minggu (19/1/2025).
Pemkot Jambi terus berupaya menjaga kestabilan harga barang kebutuhan pokok, termasuk LPG 3 kilogram, agar tetap terjangkau bagi masyarakat, terutama keluarga miskin yang sangat bergantung pada gas tersebut.
"Kami terus memantau kondisi pasar dan memastikan harga gas di Kota Jambi tetap stabil. Ini bagian dari komitmen Pemkot Jambi untuk melindungi daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih," tambah Amran.
Amran juga mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terkait isu kenaikan harga gas melon yang belum tentu benar. "Kami akan selalu memberikan informasi resmi kepada masyarakat jika ada perubahan harga. Jangan mudah percaya isu yang belum jelas kebenarannya," tegasnya.
Kenaikan harga gas melon yang terjadi di beberapa daerah lain di Indonesia disebabkan oleh faktor seperti fluktuasi harga bahan bakar dan distribusi yang tidak merata. Namun, Pemkot Jambi berkomitmen memastikan harga tetap wajar dan tidak memberatkan warga.
Dengan langkah ini, Pemkot Jambi berharap dapat menjaga stabilitas harga dan mengurangi dampak negatif bagi daya beli masyarakat di Kota Jambi. (Cr04)
Tanah Dihibahkan untuk Masa Depan Permukiman, Warga Keberatan Jalan TMMD Dijadikan Jalur Pipa Migas
Hari Adat Melayu Jambi dan 1 Muharram: Menjaga Identitas di Tengah Arus Perubahan Zaman
Pilkades Tebo Memanas! Tim Cakades Nomor 01 Ajukan Keberatan, PMD Mulai Proses Pengaduan
DPRD dan Pemkab Merangin Sepakat, Kepsek Mundur dan Nonjob Kembali Jadi Guru, Sertifikasi Tetap Aman
WNA China Terindikasi Jaringan TPPO Dideportasi dari Tebo, Imigrasi Ajukan Pencekalan Permanen
STRATEGI PEMERINTAH DAERAH MENGHADAPI EFISIENSI ANGGARAN PUSAT