JAMBIPRIMA.COM, KOTAJAMBI – Perusahan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Mayang Kota Jambi memberikan klarifikasi terkait gangguan pengaliran air bersih yang terjadi selama periode Idul Fitri 2025. Gangguan ini disebabkan oleh serangkaian pemadaman listrik yang berdampak langsung pada sistem produksi dan distribusi air ke pelanggan.
Direktur PDAM Tirta Mayang, Dwieke Riantara, menjelaskan bahwa sejak Maret hingga awal April 2025, tercatat pemadaman listrik sebanyak 22 kali dengan durasi akumulatif mencapai 66,7 jam. Dampaknya, operasional Intake Benteng, Broni 1, dan Broni 2 terhenti total setiap kali listrik padam.
“Setiap pemadaman menyebabkan pompa tidak bisa bekerja. Setelah listrik kembali menyala pun, butuh waktu normalisasi selama 1 x 24 jam agar distribusi air kembali stabil,” ujar Dwieke.
Pemadaman pertama terjadi pada 22 Maret karena penyambungan kabel oleh PLN di ruang trafo Broni 1. Disusul pemadaman insiden darurat pada 26 Maret, 27 Maret, serta gangguan teknis lain pada 2, 4, 5, dan 6 April. Dalam beberapa kejadian, pemadaman terjadi karena perbaikan internal Tirta Mayang atas rekomendasi teknis dari PLN.
Tak hanya gangguan listrik, beberapa pipa jaringan distribusi juga mengalami kebocoran, yang memerlukan waktu lama untuk pelacakan dan perbaikan. Tirta Mayang menyebutkan telah melakukan pengiriman air bersih menggunakan mobil tangki ke beberapa wilayah terdampak, sebagai langkah darurat.
Meski berupaya maksimal, Tirta Mayang menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi, terutama di masa Lebaran yang merupakan puncak kebutuhan air rumah tangga.
“Ini tidak semata kesalahan PLN. Kami akui masih ada kelemahan teknis di internal kami, yang menyebabkan proses normalisasi memakan waktu,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, Tirta Mayang berkomitmen meningkatkan koordinasi dengan PLN dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan dan jaringan air. (Ahmad)
PKS Jambi Silaturahmi ke GMNI, Bahas Isu Pemuda hingga Dinamika Politik
HKTI Jambi Ingatkan Pengusaha Perkebunan: Jangan Buka Lahan dengan Membakar
Kualitas Udara Tebo Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, Ini Tanggapan Ketua Fraksi Golkar DPRD Tebo
Politik Identitas Bukan Alat Tawar Proyek, HIPSI Jambi Soroti Isu “Putra Daerah”
Kabut Asap Menyelimuti, Ratusan Warga Kumpeh Ulu Gelar Salat Istisqa
Volume Sampah Kota Jambi Capai 400 Ton Sehari, Warga Diminta Pilah dari Rumah