JAMBIPRIMA.COM, KOTA JAMBI - Kebakaran hebat melanda dua unit rumah non permanen di kawasan padat penduduk di Jalan Danau Sipin RT 24, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, Minggu Sore 11 Mei 2025 sore. Beruntung, respons cepat petugas pemadam kebakaran Kota Jambi berhasil mencegah api meluas ke permukiman lain.
Peristiwa nahas ini pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Anggi melalui layanan WhatsApp Damkar sekitar pukul 14.57 WIB. Tak butuh waktu lama, tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi langsung bergerak. Dengan waktu tempuh hanya 14 menit, armada tiba di lokasi kejadian pukul 15.14 WIB dan langsung melakukan tindakan pemadaman.
Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandi, yang memimpin langsung operasi di lapangan, menjelaskan bahwa dua rumah milik Mulyadi dan Mansur hangus terbakar saat ditinggal penghuninya menghadiri pesta.
“Diduga api berasal dari kamar depan. Kami menerima laporan, langsung berkoordinasi dengan pihak PLN untuk memutus aliran listrik agar tidak membahayakan warga,” jelas Mustari.
Operasi pemadaman melibatkan 30 personel dari berbagai pos, termasuk Mako Induk, Pos Jambi Timur, dan Pos Alam Barajo. Total 10 unit armada dikerahkan, termasuk 5 armada tempur dan 2 armada supply. Sebanyak 32 ribu liter air digunakan untuk menjinakkan api.
Proses pemadaman berlangsung selama lebih dari satu jam. Tantangan utama petugas adalah akses jalan yang sempit, hanya sekitar 4 meter, serta banyaknya kendaraan warga yang menghalangi jalur masuk armada.
Selain kerugian material, dua warga yang merupakan kerabat pemilik rumah mengalami shock berat saat melihat rumah keluarganya dilalap api. Mereka adalah Yeni Syafitri (46) dan Kartini (53), yang langsung dilarikan ke RS Arafah dan RS Raden Mattaher.
Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Mustari juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memastikan instalasi listrik di rumah masing-masing dalam kondisi aman.
“Kami terus mengedukasi warga agar tidak meninggalkan rumah dalam keadaan listrik menyala, apalagi tanpa pengawasan. Ini penting untuk mencegah musibah ini terulang kembali," pungkasnya. (Ahmad)