Rakor Nasional Pengelolaan Sampah, Bupati Monadi Komitmen Menuju Kelola Sampah 100%

Minggu, 22 Juni 2025 - 22:20:39 WIB - Dibaca: 1268 kali

Foto bersama Bupati Kerinci bersama Walikota Sungai penuh saat menghadiri Rakor Nasional pengelolaan Sampah di Jakarta
Foto bersama Bupati Kerinci bersama Walikota Sungai penuh saat menghadiri Rakor Nasional pengelolaan Sampah di Jakarta ()

JAKARTA - Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakor) Pengelolaan Sampah yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Minggu (22/6) di Jakarta. 

Dalam rakor tersebut, para peserta membahas strategi pengelolaan sampah nasional guna mencapai 100 persen pengelolaan sampah pada 2029, sesuai dengan yang ditargetkan dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Bupati Monadi menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam mendukung program nasional pengelolaan sampah 100 persen pada 2029.

"Kita perlu paradigma baru dalam pengelolaan sampah, agar sampah bisa menjadi lebih bernilai. Kita juga berupaya membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, ” ujarnya.

Bupati Kerinci, Monadi, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan sistem pengolahan sampah yang ramah lingkungan. Komitmen ini ia sampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengolahan Sampah Nasional yang berlangsung di Jakarta, Minggu (22/06/2025).

Dalam forum nasional itu, Bupati Monadi menyoroti pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan. Ia menilai persoalan sampah merupakan tantangan serius yang dihadapi hampir seluruh daerah, termasuk Kabupaten Kerinci. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis dan sinergis guna menyelesaikan permasalahan sampah secara efektif.

“Saya berharap Rakor ini menghasilkan strategi pengolahan sampah yang bisa langsung diterapkan di Kabupaten Kerinci dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Monadi.

Rakor yang dihadiri berbagai kepala daerah se-Indonesia ini menjadi wadah pertukaran gagasan dan solusi dalam mengelola sampah secara terpadu. Penguatan kolaborasi antardaerah diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang lebih terarah untuk mengatasi persoalan sampah secara menyeluruh.(Bdu)





BERITA BERIKUTNYA