JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI) menyambut baik pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) ke wilayah Bengkulu yang kembali dilakukan melalui Pelabuhan Pulau Baai. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi potensi kelangkaan BBM dan menjamin pasokan energi bagi masyarakat.
Dikutip dari portalpena.com, Ketua Umum DPP HPMPI, Steven, mengatakan bahwa kapal tanker pengangkut BBM telah berhasil bersandar dan melakukan proses discharge ke Depot Pertamina di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, pada hari ini.
“Alhamdulillah, kapal tanker pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) telah berhasil bersandar dan melakukan proses discharge ke Depot Pertamina di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu. Keberhasilan ini merupakan hasil nyata dari sinergi lintas sektor—baik pemerintah pusat maupun daerah—guna memastikan ketersediaan energi dan kebutuhan dasar masyarakat di Provinsi Bengkulu,” ungkap Steven, Rabu 16 Juli 2025.
Steven juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI atas diterbitkannya Inpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pelabuhan Pulau Baai, serta Wakil Presiden RI yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam menyelesaikan persoalan distribusi energi di Bengkulu.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Gubernur Bengkulu, Forkopimda, Pelindo, Pertamina, para vendor, awak mobil tangki, dan seluruh kru teknis yang telah bekerja tanpa lelah,” ujar Steven.
Ia mengungkapkan pentingnya pemeliharaan alur pelabuhan secara rutin agar kelancaran distribusi BBM melalui laut dapat terus terjaga. Hal ini dinilai penting mengingat selama empat bulan terakhir, Pertashop di Bengkulu mengalami keterlambatan suplai hingga 14 hari.
“Kami berharap momentum ini menjadi titik balik perbaikan sistem distribusi. Pengusaha Pertashop yang menjadi garda terdepan penyedia BBM bagi masyarakat desa harus kembali menerima suplai secara cukup dan tepat waktu,” tegas Steven.
Ia menambahkan, distribusi BBM ke Bengkulu saat ini dipasok melalui jalur laut dari Pelabuhan Panjang (Lampung) dan Teluk Kabung (Padang), sementara pasokan dari Depot Pertamina Lubuk Linggau tetap berjalan, namun akan dikurangi secara bertahap seiring normalisasi pasokan melalui Pelabuhan Pulau Baai.
“Kami mendapatkan informasi bahwa pendistribusian juga masih dilakukan dari daerah tetangga seiring proses normalisasi,” pungkasnya.
HPMPI jiga mendorong beberapa langkah penanganan alur pelabuhan Pulau Baai kedepan:
1. Pengerukan alur pelabuhan secara rutin dan berkala,
2. Pembangunan tanggul pemecah ombak yang lebih panjang ke laut untuk meredam energi gelombang dan sedimentasi.
3. Pengembangan infrastruktur pelabuhan yang adaptif terhadap dinamika lingkungan
4. Rehabilitasi dan penanaman kembali hutan mangrove guna menjaga stabilitas ekosistem pesisir
5. Edukasi masyarakat mengenai pentingnya pelestarian wilayah pesisir
6. Pengawasan dan pemeliharaan jalur pelayaran secara berkala
7. Evaluasi dan penyempurnaan desain pelabuhan sesuai kondisi aktual
8. Penguatan koordinasi antar-instansi dalam perencanaan, pendanaan, dan regulasi pelabuhan. Rio
Kemas Faried: 19,17 Persen Warga Kota Jambi Belum Nikmati Air Bersih
Ketua DPRD Kota Jambi Soroti Penanganan Sampah Jelang Paripurna HUT ke-625 Tanah Pilih Pusako Batuah
Kasus Dugaan Penipuan Lahan 6 Hektar di Tebo Naik Sidik, Oknum Kades Ikut Disorot
Armada Sampah Digital Diluncurkan, Maulana Pastikan Tak Ada Sampah Menginap di Depo
Gaji Kecil dan Kerap Telat Dibayar, Petugas Sampah Pasar Bawah Merangin Mundur
Jelang Seleksi Sekda Kota Jambi, Sejumlah Kepala OPD Masih Penuhi Syarat Usia
Razia Sejumlah Lokasi Hiburan Malam, Satpol PP Kota Jambi Sita 56 Botol Minol Ilegal