Sidak ke Gudang dan Swalayan, Wako Jambi Maulana Temukan Beras Oplosan dan Kemasan Kusam

Kamis, 07 Agustus 2025 - 21:21:24 WIB - Dibaca: 1586 kali

Wali Kota Jambi, DR. dr. H. Maulana, M.K.M, bersama Wakil Wali Kota Diza Harza Aljosha serta jajaran terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah swalayan dan gudang distributor beras
Wali Kota Jambi, DR. dr. H. Maulana, M.K.M, bersama Wakil Wali Kota Diza Harza Aljosha serta jajaran terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah swalayan dan gudang distributor beras (Ahmad)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Menindaklanjuti laporan warga terkait kekosongan stok beras, Wali Kota Jambi, DR. dr. H. Maulana, M.K.M, bersama Wakil Wali Kota Diza Harza Aljosha serta jajaran terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah swalayan dan gudang.

Sidak dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan beras yang sempat memicu keresahan publik. Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa stok beras di gudang distributor dan Bulog dalam kondisi aman, dengan cadangan mencapai 14 ribu ton.

“Saya sudah pastikan stok semuanya aman. Tidak perlu panik, karena stok di gudang distributor dan Bulog masih tersedia dalam jumlah besar. Jadi, jangan mudah percaya isu beras oplosan yang beredar,” tegas Maulana, Kamis (7/8/2025).

Namun, temuan mengejutkan terjadi saat rombongan mengunjungi Gudang Abadi Makmur, salah satu distributor beras besar di Kota Jambi. Di lokasi ini, ditemukan sejumlah karung beras merek Topi Koki yang masuk dalam kategori beras oplosan. Kondisi kemasan tampak kusam, diduga telah lama disimpan.

Selain itu, juga ditemukan tumpukan besar beras Beraskita dengan kondisi kemasan yang tak jauh berbeda—kusam dan tidak menarik. Padahal, menurut pengelola gudang, Beraskita merupakan beras dengan kategori harga tinggi, yang belakangan ini sulit ditemukan di pasaran.

“Beraskita ini dipasaran agak susah. Ini kategori beras mahal, kalau yang murahnya itu yang SPHP,” ujar pengelola Gudang Abadi Makmur. Ia juga menyebut bahwa beras-beras tersebut masih bisa dijual kembali setelah dibersihkan, seolah menyepelekan potensi pelanggaran yang terjadi.

Wali Kota langsung meminta agar distribusi dan kondisi beras terus diawasi dengan ketat. Pemerintah Kota Jambi tidak akan mentoleransi praktik dagang yang merugikan masyarakat, terutama jika menyangkut beras oplosan atau kualitas tak layak.

Maulana juga menyampaikan bahwa sesuai arahan Badan Pangan Nasional (Bapanas), beras dengan kualitas menurun harus dijual dengan harga yang sesuai standar sebagai bentuk pengendalian pasar. Ia mencontohkan penyesuaian harga pada merek Raja Platinum yang kualitasnya mengalami penurunan.

“Kami masih menunggu keputusan resmi dari Bapanas terkait harga eceran tertinggi (HET) untuk beras mutu di bawah standar. Tapi bila ada pelanggaran harga, Pemerintah Kota Jambi akan bertindak tegas tanpa kompromi,” tegasnya.

Selain mengimbau masyarakat agar tetap selektif dan tidak terprovokasi isu yang belum pasti, Wali Kota juga menekankan bahwa sebagian besar beras di pasaran masih layak konsumsi dan sesuai standar. Pemerintah akan terus mengawasi distribusi dan harga untuk menjaga perlindungan konsumen. (ahmad

 

 

#kotajambi #jambiprima.com #jambi #stokberas #berasoplosan #walikotamaulana #walikotajambi





BERITA BERIKUTNYA