JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Harapan seorang ibu, warga Jalan Raden Patah RT 02, Kelurahan Sijenjang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, begitu besar untuk kesembuhan anak gadisnya, Jihan Aulia (18). Sejak lahir, Jihan harus berjuang dengan kondisi kesehatan yang rapuh, dan kini hidupnya semakin sulit akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Ibunda Jihan bercerita, putrinya lahir normal dengan berat 3,1 kilogram. Namun sejak pertama kali lahir, tangis Jihan tak berhenti hingga akhirnya harus dirawat di Rumah Sakit Theresia dan masuk inkubator selama 10 hari. Kondisinya sempat membaik. Pada usia 1,5 tahun, tubuhnya tampak gemuk meski tidak mampu tegak terlalu lama. Hingga usia 3 tahun, ia masih tumbuh gemuk, namun perlahan tubuhnya semakin melemah.
“Sekarang usianya sudah 18 tahun, tapi kondisinya makin menurun. Biasanya tiap 2 jam sekali saya kasih makan dan susu, tapi sejak ekonomi keluarga memburuk setahun terakhir, gizi anak saya jadi berkurang,” ungkap sang ibu dengan mata berkaca-kaca.
Sang ibu juga mengaku sudah lama tak lagi menerima bantuan dari pemerintah. Terakhir, bantuan itu datang lima tahun lalu. Setelah itu, ia sering mengajukan permohonan namun tak pernah lagi terealisasi.
“Iya Pak RT tahu keadaan anak saya. Saya pernah dapat bantuan, tapi itu sudah lama, sekitar lima tahun lalu, hanya dua kali dalam setahun. Setelah itu tidak pernah lagi. Harapan saya anak bisa sembuh, ekonomi keluarga membaik, dan saya bisa buka usaha kecil untuk menyambung hidup, supaya anak-anak sehat dan tidak kekurangan,” ujarnya lirih.
*Dinsos Turun Tangan*
Kabar pilu ini sampai ke telinga Dinas Sosial Kota Jambi melalui laporan fasilitator kelurahan (Faskel). Ahmad Fikri Aiman, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Jambi, membenarkan bahwa pihaknya langsung turun ke lokasi pada Kamis (21/8/2025).
“Benar, kami menerima laporan ada anak dalam kondisi kurang gizi dan disabilitas. Setelah dicek, ternyata kondisinya sudah masuk kategori kurang gizi parah, bahkan dehidrasi parah. Kemarin langsung kami bawa ke RS dr. Bratanata untuk dirawat,” jelasnya.
Fikri menambahkan, pihaknya juga memberikan bantuan sembako bergizi dan memantau perkembangan Jihan di rumah sakit. “Alhamdulillah sudah ada kemajuan. Tadi malam dicek, anaknya sudah mulai bisa makan,” katanya.
Menurut Dinsos, kendala utama keluarga Jihan tidak menerima bantuan selama ini adalah status kependudukan. Sang ayah sebelumnya karyawan swasta, namun setelah terkena PHK, status di KTP tidak diperbarui. Hal ini membuat pengajuan bantuan sosial selalu tertolak.
“Kemarin data keluarganya sudah kami minta untuk diperbarui agar bisa diajukan kembali ke bantuan sosial,” jelasnya.
Kini, di tengah derita yang panjang, harapan seorang ibu hanya satu: anaknya bisa segera pulih, dan keluarganya kembali bisa berdiri tegak. (Ahmad)
#jambiprima.com #kemensos #kementeriansosial #alharisjambi #gubenurjambi #walikotajambi #kotajambi #giziburuk #provinsijambi #maulana #dprdkotajambi
Faisal Rizal Hadiri Latansa PKS Kota Jambi, Tekankan Peran Kader
Rakerda Pramuka Jambi 2026 Digelar, Bahas Evaluasi dan Program Kerja
Satpol PP Tebo Siap Lelang Ternak Liar, Penertiban Segera Digelar
Parah! 3 Titik Jalan Nasional Niam–Lubuk Tenggelam, Akses Tebo ke Tanjab Barat Putus
Lewat Program Sapa Pelanggan, Pertamina Berbagi Energi di Hari Kemerdekaan