JAMBIPRIMA.COM,. MERANGIN -- Itu Kenyataan pahit dialami masyarakat Desa Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas sebelum memasukan surat ke gedung DPRD Kabupaten Merangin Kamis 5, Juni, 2025 kesatrian DPR sampai saat ini belum ada respon sama sekali, apakah DPR mendengar suara rakyat yang sedang Meminta pertolongan.
Persoalan terkait kisruh antara warga tambang dengan PT AIP, tidak kunjung selesai sampai saat ini.
Namun surat telah dimasukkan sampai saat ini hanya kena prank DPRD yang katanya perwakilan rakyat.
Sementara masuk surat Kepihak desa tambang baru yang katanya akan memanggil PT AIP 20 Agustus kena tipu mentah.
Padahal diam - diam kades telah memanggil PT AIP secara Tampa melibatkan warga yang melapor.
"Kemana lagi nak ngadu DPRD cuma prank yang tau, desa cuma nipu Tampa melibatkan warga masuk surat," ungkap warga tambang baru.
Sebelumnya kades saat dikonfirmasi mengatakan sudah sudah mengarah pertemuan antara warga dengan PT AIP.
"Itu arahan ksmi watu di kantor,"singkat kades.
Sementara pihak PT AIP saat dikonfirmasi mengirim foto penyeraman jalan pakai mobil.
Karena sebelumnya warga tambang baru mengirim surat ke desa debu masuk kerumah orang tuanya.
Sementara pihak PT AIP Junaidi mengatakan, Warga atau keluarga Pak Thalib, karena yang numpang jalan AIP cuma keluarga Pak Thalib, tidak ada warga Tambang baru yg numpang jalan AIP kecuali keluarga Pak Thalib.
"Pihak AIP tidak pernah menolak bertemu dengan warga, kita berharap hubungan PT dan warga desa Tambang baru berjalan normal dan Baik dan kita tetap mengikuti aturan dan arahan dari kepala Desa," tutupnya.(Lan)
Kuota Lansia Haji Jambi 2027 Hanya 164 Orang, Usia Termuda 83 Tahun
Ratusan Sekolah di Jambi Butuh Guru, Pemprov Usulkan 1.800 Formasi CPNS
Bukan Cuma Bisnis, UNJA Bawa Budaya Melayu Jambi dan Komedi ke Podium KMI Expo 2026
Nela Ervina Kembali Diperiksa Kejari Jambi, Kasus Korupsi Pajak Rugikan Negara Rp1,37 Miliar
BMKG Prediksi Musim Hujan Jambi Mulai Akhir Oktober, Puncaknya Desember 2026
Aktivitas PETI Rusak Ratusan Hektar Lahan Sawit di PT Tebo Indah, Petani Mitra Mengeluh