JAMBIPRIMA.COM,. Jambi – Wacana pembangunan flyover di Simpang Mayang, Kota Jambi, hingga kini belum masuk dalam pembahasan resmi di DPRD Provinsi Jambi. Padahal, proyek senilai Rp190 miliar itu sebelumnya telah disebutkan Gubernur Jambi Al Haris dalam rapat paripurna HUT Kota Jambi, Mei lalu.
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menegaskan belum ada usulan maupun rancangan anggaran terkait pembangunan flyover tersebut. Bahkan, dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jambi tahun 2026 pun, usulan itu tidak tercatat.
“Dalam RKPD pun usulannya belum ada. Untuk 2026 kelihatannya belum ada,” kata Ivan usai menghadiri upacara Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tingkat Provinsi Jambi di Balai Kota Jambi, Rabu (17/9/2025).
Ivan juga menyoroti kondisi fiskal daerah yang dinilai tidak memungkinkan untuk membiayai proyek besar tersebut dalam waktu dekat. Tahun 2025, APBD Provinsi Jambi masih mengalami defisit sebesar Rp81 miliar. Sementara pada 2026, beban fiskal diperkirakan semakin berat dengan adanya dana kurang salur hampir Rp1 triliun.
“Tahun ini aja kita masih ada defisit. Apalagi tahun depan. Saya rasa tidak mungkin kita bangun flyover itu,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Jambi Al Haris menyebut perencanaan pembangunan flyover Simpang Mayang sudah mulai dibahas. Rencana tersebut dianggap penting untuk mengurai kemacetan di salah satu simpul lalu lintas padat di Kota Jambi. Flyover itu direncanakan memiliki panjang sekitar 400 meter dengan anggaran sekitar Rp190 miliar.
Namun hingga saat ini, wacana pembangunan tersebut masih terbentur kemampuan fiskal daerah dan belum menjadi prioritas dalam dokumen perencanaan resmi pemerintah maupun DPRD Provinsi Jambi. (ahmad)
#Jambiprima.com #DPRDJambi #Jambi #GubernurJambi
Pendataan Koperasi Bermasalah di Tebo Terkendala Anggaran dan Armada
Tagih Janji, Warga Sungai Bengkal Datangi Kantor Camat: Sengketa Batas Makin Memanas!
F-BPM Desak Kapolres dan Kasat Reskrim Merangin Diganti, Soroti Penanganan PETI Tebang Pilih
Diduga Ada Setoran “Keamanan” Tambang Dompeng di Tabir, Pekerja Sebut Rp1 Juta per Bulan
DPRD Tebo Desak Kades Sungai Rambai Dievaluasi, Konflik dengan BPD Tak Kunjung Usai