JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Kondisi Pasar Talang Banjar, Kota Jambi, kini semakin memprihatinkan. Pasar yang seharusnya menjadi pusat aktivitas ekonomi warga tampak semrawut, gelap, dan berbau tidak sedap. Puluhan lapak di dalam pasar kosong, sementara banyak pedagang memilih berjualan di luar area karena lebih ramai pembeli.
Ani, pedagang sayuran yang sudah berjualan sejak 2002, mengaku kecewa melihat kondisi pasar yang baru beberapa tahun dibangun itu kini justru sepi.
“Kalau mau pembeli ramai, pasar harus bersih dan tidak berbau. Akses masuk juga harus mudah. Sekarang parkir susah karena pedagang banyak yang jualan di luar,” ujarnya, Senin (3/11).
Ani menambahkan, dirinya tetap memilih bertahan di dalam pasar karena sudah memiliki pelanggan tetap. Ia berharap pemerintah menata ulang lokasi agar pedagang di dalam tidak terus merugi.
“Kalau lapak di dalam terisi dan tertata, otomatis pembeli juga akan masuk,” katanya.
Hal senada disampaikan Anas, pedagang ayam potong. Ia menilai kekacauan ini terjadi karena kurangnya ketegasan pemerintah dalam menata pedagang sejak awal.
“Dari dulu harusnya sudah tegas. Sekarang jadi kacau begini. Kami tidak mau ribut, tapi tolong ditertibkan supaya adil,” ungkapnya.
Menurut Anas, struktur bangunan pasar yang bertingkat juga membuat pembeli enggan masuk karena sulit diakses. “Pasar rakyat idealnya satu lantai, mudah dijangkau. Kalau gelap, bau, dan banyak lapak kosong, siapa yang mau belanja?” katanya.
Pantauan di lapangan menunjukkan banyak lapak gelap dan tidak berfungsi. Drainase yang mampet menyebabkan bau menyengat di beberapa titik. Kondisi ini membuat pembeli enggan masuk, dan pedagang mengalami penurunan omzet.
Para pedagang mendesak pemerintah segera turun tangan menata ulang Pasar Talang Banjar agar lebih bersih, tertib, dan layak dikunjungi. Mereka khawatir jika dibiarkan, pasar ini akan kehilangan peran pentingnya sebagai pusat ekonomi rakyat. (Ahmad)
#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #GubernurJambi #Jambi #DPRD #WalikotaJambi
Dua Kecamatan Belum Tersentuh PDAM, Komisi III DPRD Tebo Desak Perhatian Pemerintah Pusat!
Camat Batang Masumai Data Alat Berat Diduga untuk PETI, Warga Minta Penertiban Merata
Dosen UIN STS Jambi Sri Rahma Raih Juara II Duta Literasi Keuangan Provinsi Jambi 2026
Kolam Retensi Telago Kajang Lako Ditargetkan Pangkas Banjir hingga 80 Persen
Biaya Pelayanan Kesehatan BPJS Jambi Tembus Rp1,22 Triliun, Rasio Klaim 133,72 Persen
Kasat Reskrim Merangin Tegaskan Penanganan Tambang Ilegal Sama di Mata Hukum