JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur Kota Jambi sejak Jumat sore (12/12/2025) pukul 15.30 WIB hingga malam hari menyebabkan banjir genangan hampir di seluruh wilayah perkotaan. Akibat bencana tersebut, satu orang anak berusia 4 tahun meninggal dunia, sementara satu anak lainnya mengalami luka-luka setelah terseret arus air.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi, Doni Sumatriadi, mengatakan curah hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama membuat sistem drainase tidak mampu menampung debit air, sehingga genangan terjadi di banyak titik permukiman warga maupun ruas jalan utama.
“Intensitas hujan sejak sore hingga malam hari cukup tinggi. Drainase tidak sanggup menampung air, sehingga genangan terjadi hampir merata di wilayah Kota Jambi,” ujar Doni Sumatriadi saat dikonfirmasi, Minggu (14/12/2025).
Berdasarkan data sementara BPBD, banjir genangan melanda enam kecamatan, yakni Kecamatan Kotabaru, Jelutung, Telanaipura, Danau Sipin, Jambi Timur, dan Alam Barajo.
Di Kecamatan Kotabaru, sejumlah kelurahan terdampak cukup parah, di antaranya Kenali Asam, Paal Lima, Kenali Asam Bawah, Suka Karya, dan Simpang Tiga Sipin. Genangan air dilaporkan masuk ke rumah warga dengan ketinggian bervariasi serta merendam jalan lingkungan.
Sementara itu, di Kecamatan Jelutung, banjir genangan merendam tujuh kelurahan, yakni Handil Jaya, Jelutung, Payo Lebar, Kebun Handil, Lebak Bandung, Talang Jauh, dan Cempaka Putih. Kondisi ini sempat mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas di beberapa titik.
Peristiwa paling tragis terjadi di Kecamatan Kotabaru. Dua anak dilaporkan terseret arus genangan air saat bermain di sekitar lingkungan rumah. Satu anak berhasil diselamatkan warga, sedangkan satu anak lainnya dinyatakan hilang dan langsung dilakukan pencarian oleh tim gabungan.
“Korban yang hilang akhirnya ditemukan oleh Tim Basarnas pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia,” ungkap Doni.
Selain menimbulkan korban jiwa, banjir genangan juga berdampak pada ratusan kepala keluarga. BPBD Kota Jambi mencatat sedikitnya 17 kelurahan dan sekitar 70 RT terdampak genangan air. Sejumlah fasilitas umum dan pendidikan turut terendam, di antaranya SD Negeri 08, SD Negeri 84, SD Negeri 98, dan SD Negeri 198 Kota Jambi.
Penanganan bencana dilakukan secara terpadu oleh Pemerintah Kota Jambi, BPBD, Basarnas Provinsi Jambi, Polresta Jambi, serta unsur TNI dan masyarakat setempat. Tim gabungan melakukan evakuasi warga, pencarian dan pertolongan korban, serta pembersihan lumpur di rumah warga dan fasilitas umum.
“Untuk kebutuhan darurat, BPBD telah menyiapkan peralatan keselamatan, kantong jenazah, serta bantuan logistik bagi warga terdampak. Saat ini kondisi cuaca sudah membaik, hujan reda, dan genangan air berangsur surut,” jelas Doni.
Ia menambahkan, sebagian besar warga mulai melakukan pembersihan rumah secara mandiri, sementara petugas fokus membersihkan lumpur di fasilitas umum dan sekolah yang terdampak.
BPBD Kota Jambi juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, terutama bagi warga yang bermukim di wilayah rawan genangan dan aliran air. Warga diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak serta segera melaporkan kondisi darurat ke pihak berwenang. (ahmad)
#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #GubernurJambi #Jambi #DPRD #WalikotaJambi
Temuan BPK 2024 di Proyek Rabat Beton Tak Tuntas, Tiga Perusahaan Disebut Belum Merespons
Dialog Publik Pengelolaan Sampah di Kota Jambi Tampung Berbagai Masukan Masyarakat
Heboh! WNA Asal Tiongkok Dijemput Imigrasi di Tebo, Diduga Terkait Jaringan Perdagangan Orang
Cek Endra Tanam Perdana Sawit 15 Hektar di Sarolangun, Doa Bersama Warnai Awal Investasi Perkebunan
Pro-Kontra OPBM Terjawab, Akademisi hingga Tokoh Masyarakat Kompak Dukung Kota Jambi Bersih
Temuan BPK Rp451 Juta pada Proyek Rabat Beton 2024, Eryanto Sebut Kontraktor Sudah Angsur
Belajar dari Tragedi Kalibata, SMSI Tolak Kehadiran Debt Collector di Tebo