Pengurus Pasar Malam Ingkar Janji Tanggung Jawab Kehamilan, Korban Alami Tekanan Psikis

Kamis, 18 Desember 2025 - 14:37:25 WIB - Dibaca: 1451 kali

Kolase foto Putra, pekerja sekaligus pengurus Pasar Malam RBN, yang diduga menghamili korban namun menolak bertanggung jawab. Wajah disamarkan.
Kolase foto Putra, pekerja sekaligus pengurus Pasar Malam RBN, yang diduga menghamili korban namun menolak bertanggung jawab. Wajah disamarkan. (Lil)

JAMBIPRIMA.COM,. MERANGIN – Seorang perempuan berinisial Bunga, warga Kabupaten Merangin, diduga menjadi korban janji palsu seorang pria berinisial Putra, pekerja sekaligus pengurus Pasar Malam RBN asal Kecamatan Singkut. Putra diduga menghamili korban, namun menolak bertanggung jawab setelah mengetahui korban hamil, bahkan disebut telah menjalin hubungan dengan perempuan lain.

Peristiwa ini bermula saat Pasar Malam RBN beroperasi di wilayah Merangin, tepatnya di sekitar Kelurahan Mampun, Kecamatan Tabir. Dari aktivitas pasar malam tersebut, Putra dan Bunga saling mengenal. Hubungan keduanya semakin intens setelah berkenalan melalui aplikasi WhatsApp dan berlanjut dengan komunikasi via telepon.

Menurut keterangan salah seorang sahabat dekat korban, hubungan asmara tersebut kemudian berujung pada hubungan layaknya suami istri. Putra bahkan disebut telah menyiapkan tempat kos untuk mereka berdua. Namun setelah beberapa waktu, Bunga mulai merasa curiga karena tidak mengalami haid dan akhirnya menyadari dirinya telah hamil.

Saat dikonfirmasi terkait kehamilan tersebut, Putra sempat berjanji akan menikahi Bunga dengan syarat korban tidak menyebarkan kabar kehamilan itu kepada pihak lain. Janji tersebut sempat membuat Bunga berharap akan adanya tanggung jawab dari Putra sebagai ayah biologis dari anak yang dikandungnya.

Namun seiring berjalannya waktu, janji tersebut tak kunjung ditepati. Putra justru disebut mulai menjauh dan diketahui menjalin hubungan dengan perempuan lain. Kondisi itu membuat Bunga mengalami tekanan mental dan frustrasi.

"Putra ini warga Singkut, masih muda dan bekerja di Pasar Malam RBN. Bunga sangat tertekan karena Putra tidak mau bertanggung jawab. Bahkan korban sempat terpikir untuk mengakhiri hidupnya karena merasa dikhianati," ungkap sahabat korban.

Lebih memprihatinkan lagi, Putra diduga meminta Bunga untuk menggugurkan kandungannya. Ia menjanjikan akan menikahi korban jika kehamilan tersebut digugurkan. Namun janji itu kembali tidak terbukti dan korban kembali dikecewakan.

"Putra meminta agar anak itu digugurkan. Katanya kalau digugurkan dia akan menikahi Bunga, tapi kenyataannya korban malah ditinggalkan," jelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Putra belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi telah dilakukan melalui pesan WhatsApp ke nomor pribadinya, namun yang bersangkutan tidak memberikan tanggapan.

Kasus ini menuai keprihatinan dan menjadi sorotan masyarakat. Diharapkan pihak keluarga dan aparat terkait dapat turun tangan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan serta memastikan hak dan keselamatan korban terlindungi. (Lil)

 

 

#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #Merangin #Jambi #DPRD #BupatiMerangin 

 





BERITA BERIKUTNYA