JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus menggenjot percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, saat memimpin Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pelaksanaan Program MBG Kota Jambi yang digelar di Aula Bappeda Kota Jambi, kemarin.
Dalam rapat tersebut, Maulana menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 38 dapur MBG yang telah beroperasi di Kota Jambi, dengan jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 94.000 orang, yang terdiri dari anak-anak sekolah serta ibu hamil.
Namun demikian, Pemkot Jambi menargetkan peningkatan yang signifikan. Hingga Juni 2026, jumlah dapur MBG ditargetkan bertambah menjadi 74 dapur aktif, dengan total 274.000 penerima manfaat yang tersebar di seluruh wilayah Kota Jambi.
“Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan target besar tersebut dapat tercapai secara terukur dan terkoordinasi. Program MBG bukan sekadar pemenuhan gizi, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang luas bagi masyarakat,” ujar Maulana.
Ia menegaskan, percepatan program ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait, mulai dari Badan Gizi Nasional (BGN) melalui koordinator wilayah, SPPI, SPPG, mitra investor, hingga distributor bahan pokok. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama keberhasilan program.
Lebih lanjut, Maulana mengungkapkan bahwa Program MBG juga memberikan multiplier effect ekonomi bagi daerah. Setiap satu dapur MBG rata-rata menyerap sekitar 47 tenaga kerja lokal, sehingga peningkatan jumlah dapur secara otomatis membuka ribuan lapangan kerja baru dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
Meski optimistis, Pemkot Jambi juga mencermati sejumlah tantangan yang harus diantisipasi sejak dini. Di antaranya adalah ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, serta penyesuaian standar operasional prosedur (SOP) agar implementasi program sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Kami akan membentuk kelompok-kelompok kecil untuk membahas isu-isu spesifik, mulai dari pasokan bahan pangan, regulasi, hingga kondisi lapangan bersama RT dan lurah. Semua harus disiapkan dengan matang,” jelasnya.
Selain aspek sosial dan ekonomi, Pemkot Jambi juga memberi perhatian pada dampak lingkungan. Pengelolaan limbah dan sampah dari operasional dapur MBG akan dibahas lebih lanjut agar pelaksanaan program tetap ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Sementara itu, Anggota DPD RI, Elviana, yang turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut, memberikan apresiasi atas langkah proaktif yang dilakukan Pemkot Jambi. Menurutnya, meskipun MBG merupakan program nasional, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada keseriusan pemerintah daerah.
“Apa yang dilakukan Wali Kota Jambi hari ini sangat tepat. Target yang jelas dan capaian yang sudah berjalan menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Elviana.
Ia menambahkan, berbagai masukan dan hasil rapat tersebut akan disampaikan kepada Kepala Badan Gizi Nasional, sekaligus menyatakan dukungan penuh agar target operasional penuh dapur MBG di Kota Jambi pada pertengahan 2026 dapat tercapai tanpa hambatan berarti. (Ahmad)
#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #GubernurJambi #Jambi #DPRD #WalikotaJambi
Diduga Ada Setoran “Keamanan” Tambang Dompeng di Tabir, Pekerja Sebut Rp1 Juta per Bulan
DPRD Tebo Desak Kades Sungai Rambai Dievaluasi, Konflik dengan BPD Tak Kunjung Usai
Dari Tebo ke Magelang: KM Ikuti Retreat Khusus Ketua DPRD, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah
8 Calon Siap Rebut Kursi Kades, Ada Srikandi Tangguh di Tengah Persaingan
Camat Tebo Ilir Rehab Makam Keramat Tanpa Dana APBD, Ini Sosok di Baliknya!
Bupati Tebo Hadiri Rakornas di Jakarta, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah