JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Status siaga darurat bencana banjir di Kabupaten Tebo yang telah ditetapkan sebelumnya masih tetap berlaku hingga Maret 2026. Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Tebo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih berpedoman pada ketetapan tersebut sembari menunggu surat pembaruan terkait kondisi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta BPBD Provinsi Jambi.
Kepala BPBD Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan, mengatakan bahwa pihaknya belum menerima surat resmi terbaru mengenai perubahan status siaga darurat banjir.
“Kita masih berpedoman pada status siaga darurat banjir yang telah ditetapkan sebelumnya,” ujar Joko Ardiawan, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini BPBD Kabupaten Tebo terus melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi Jambi. Menurutnya, dalam waktu dekat akan ada surat terbaru dari BMKG yang berisi pembaruan kondisi cuaca di wilayah Provinsi Jambi, termasuk daerah aliran Sungai Batanghari.
Joko menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan terbaru, kondisi tinggi muka air (TMA) Sungai Batanghari maupun muka air banjir (MAB) di Bendungan Batanghari yang berada di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) masih dalam kondisi aman dan terkendali.
Selain itu, kondisi muka air di kawasan Tanggo Rajo, Kota Jambi, juga terpantau stabil dan berada pada level aman. Meski demikian, BPBD Kabupaten Tebo tetap berpegang pada surat peringatan dini serta surat pembaruan cuaca yang telah dikeluarkan sebelumnya.
“Untuk TMA di Kabupaten Tebo saat ini masih di bawah 6 meter dan terpantau aman. Namun yang tetap kita pedomani adalah kondisi di Bendungan Batanghari Sumbar serta Tanggo Rajo di Kota Jambi,” jelasnya.
Ia menyebutkan, elevasi muka air di Tanggo Rajo saat ini berada di angka 9,5 meter, sementara kondisi TMA di wilayah Kabupaten Tebo masih jauh di bawah angka tersebut. Dengan kondisi ini, BPBD menyimpulkan bahwa situasi banjir di Tebo masih dalam status aman, meskipun kewaspadaan tetap ditingkatkan.
“Hingga saat ini seluruh elevasi masih di bawah ambang batas. Dengan kondisi tersebut, kita masih menetapkan status terpantau aman,” pungkas Joko. (ARD)
#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #Tebo #Jambi #DPRD #BupatiTebo
Diduga Ada Setoran “Keamanan” Tambang Dompeng di Tabir, Pekerja Sebut Rp1 Juta per Bulan
DPRD Tebo Desak Kades Sungai Rambai Dievaluasi, Konflik dengan BPD Tak Kunjung Usai
Dari Tebo ke Magelang: KM Ikuti Retreat Khusus Ketua DPRD, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah
8 Calon Siap Rebut Kursi Kades, Ada Srikandi Tangguh di Tengah Persaingan
Camat Tebo Ilir Rehab Makam Keramat Tanpa Dana APBD, Ini Sosok di Baliknya!
Ketua RT Danau Sipin Apresiasi Perhatian Ketua DPRD Kota Jambi