Progres Jargas Kota Jambi 70 Persen, Uji Coba Ditargetkan Juni 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:03:25 WIB - Dibaca: 1136 kali

Pekerja tengah melakukan pemasangan jaringan gas rumah tangga (jargas) di salah satu kawasan pemukiman di Kota Jambi. Hingga akhir Januari 2026, progres pembangunan jargas telah mencapai 70 persen dan ditargetkan masuk tahap uji coba pada Juni 2026.
Pekerja tengah melakukan pemasangan jaringan gas rumah tangga (jargas) di salah satu kawasan pemukiman di Kota Jambi. Hingga akhir Januari 2026, progres pembangunan jargas telah mencapai 70 persen dan ditargetkan masuk tahap uji coba pada Juni 2026. (Ahmad)

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Program sambungan jaringan gas rumah tangga (jargas) di Kota Jambi terus menunjukkan progres yang menggembirakan. Hingga akhir Januari 2026, pembangunan infrastruktur jargas telah mencapai sekitar 70 persen, dan ditargetkan memasuki tahap komisioning atau uji coba pada Juni 2026.

Pemerintah Kota Jambi optimistis seluruh tahapan konstruksi dapat diselesaikan sesuai jadwal, sehingga pemanfaatan gas bumi oleh masyarakat bisa segera direalisasikan sebagai sumber energi yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kota Jambi, Hendra Saputra, menyampaikan bahwa pelaksanaan pembangunan jaringan gas sejauh ini berjalan sesuai dengan perencanaan teknis yang telah ditetapkan.

“Progres konstruksi saat ini sudah mencapai sekitar 70 persen. Jika tidak ada kendala berarti, kita menargetkan pada bulan Juni nanti sudah masuk tahap komisioning atau uji coba,” ujar Hendra.

Ia menambahkan, tahap uji coba tersebut menjadi fase krusial sebelum jaringan gas benar-benar dioperasikan secara penuh untuk melayani kebutuhan rumah tangga di Kota Jambi.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Jambi berharap momentum uji coba jargas dapat sekaligus menjadi ajang peresmian oleh pemerintah pusat. Bahkan, Pemkot Jambi menargetkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dapat hadir langsung untuk meresmikan atau meninjau langsung pelaksanaan uji coba jaringan gas di daerah tersebut.

Pada tahun 2026 ini, pembangunan jargas di Kota Jambi masih menggunakan kuota lama dengan total 13.325 sambungan rumah (SR). Jumlah tersebut merupakan realisasi dari alokasi nasional yang telah ditetapkan sebelumnya.

Namun demikian, saat proses pendataan calon pelanggan, jumlah warga yang berminat tercatat jauh melebihi kuota sambungan yang tersedia.

“Pada saat pendataan, peminatnya memang lebih banyak dari realisasi yang dibangun. Itu hal yang wajar, karena program jargas harus dibagi ke banyak daerah di Indonesia,” jelas Hendra.

Meski alokasi sambungan terbatas, Kota Jambi justru dinilai sebagai salah satu daerah yang cukup beruntung. Secara nasional, Kota Jambi tercatat sebagai daerah dengan jumlah sambungan jargas terbesar nomor dua di Indonesia.

Bahkan, realisasi sambungan rumah yang dibangun di Kota Jambi mampu melampaui alokasi awal, yang sebelumnya hanya sekitar 6 ribu sambungan.

“Awalnya alokasi hanya sekitar 6 ribu sambungan, tetapi realisasinya bisa mencapai lebih dari dua kali lipat. Ini menunjukkan adanya perhatian dan kepercayaan pemerintah pusat terhadap Kota Jambi,” ungkap Hendra.

Untuk memperluas manfaat jargas, Pemerintah Kota Jambi terus melakukan berbagai upaya strategis. Salah satunya dengan mengajukan tambahan alokasi sambungan rumah ke Kementerian ESDM.

Hendra mengungkapkan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi bahkan turun langsung ke Kementerian ESDM guna menyampaikan usulan penambahan alokasi sebanyak 50 ribu sambungan rumah.

“Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota langsung menyampaikan usulan tambahan 50 ribu sambungan ke Kementerian ESDM. Kita berharap usulan ini bisa terealisasi,” katanya.

Harapan tersebut dinilai cukup realistis, mengingat pemerintah pusat pada tahun ini juga menargetkan pembangunan 1 juta sambungan rumah jargas secara nasional.

Selain itu, Kota Jambi memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi nilai tambah dalam pengajuan tambahan alokasi, di antaranya telah memiliki jaringan gas eksisting serta berstatus sebagai daerah penghasil energi.

“Biasanya daerah yang sudah memiliki jaringan jargas dan merupakan daerah penghasil energi akan diprioritaskan. Kota Jambi memenuhi kriteria tersebut,” jelasnya.

Tingginya antusiasme masyarakat juga menjadi faktor pendukung utama. Selama ini, minat warga Kota Jambi terhadap penggunaan jargas dinilai sangat baik, yang tercermin dari tingkat kepatuhan pembayaran.

“Untuk tingkat tunggakan pembayaran jargas di Kota Jambi hanya sekitar 4 persen. Angka ini tergolong sangat rendah dibandingkan daerah lain,” pungkas Hendra.

(ahmad)

 

 

 

 

#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #GubernurJambi #Jambi #DPRD #WalikotaJambi 





BERITA BERIKUTNYA