Tiga Guru SMPN 7 Jambi Sakit Usai Cicipi MBG, Penyebab Masih Diselidiki

Kamis, 09 April 2026 - 19:20:58 WIB - Dibaca: 1328 kali

Ilustrasi makan MBG. Foto: Dok. kompasiana.com
Ilustrasi makan MBG. Foto: Dok. kompasiana.com ()

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Insiden gangguan kesehatan yang dialami tiga guru di SMP Negeri 7 Kota Jambi pada Kamis (9/4/2026) pagi sempat menimbulkan kekhawatiran, terutama karena berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digalakkan pemerintah.

Peristiwa tersebut terjadi setelah ketiga guru tersebut mencicipi menu MBG yang rencananya akan dibagikan kepada para siswa. Namun hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami masih belum dapat dipastikan, dan belum bisa disimpulkan sebagai kasus keracunan makanan.

Humas SMPN 7 Kota Jambi, Junarso, menjelaskan bahwa dari puluhan orang yang ikut mencicipi makanan tersebut, hanya tiga guru yang mengalami gejala. Sementara guru lain dan puluhan siswa yang juga mengonsumsi menu yang sama dilaporkan dalam kondisi sehat.

“Yang mengalami gangguan hanya tiga guru. Masing-masing memiliki kondisi kesehatan berbeda, seperti riwayat asam lambung kronis, habis menjalani operasi gigi, dan satu lagi kondisi fisiknya memang sedang kurang fit,” ujar Junarso saat dikonfirmasi.

Ia merinci, sekitar 20 guru dan lebih dari 30 siswa turut mengonsumsi makanan dari program MBG tersebut. Fakta bahwa hanya sebagian kecil yang mengalami gejala menjadi salah satu alasan pihak sekolah belum dapat menyimpulkan bahwa kejadian ini disebabkan oleh keracunan makanan.

“Kalau memang karena makanan, biasanya yang terdampak lebih banyak. Ini hanya tiga orang, jadi kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Meski demikian, kejadian ini tetap menjadi perhatian serius, mengingat program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi bagi pelajar. Pihak sekolah pun langsung berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penyebab kejadian secara ilmiah.

Tak lama setelah insiden terjadi, tim dari Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Dinas Kesehatan Kota Jambi turun langsung ke lokasi untuk melakukan investigasi awal. Mereka mengambil sampel makanan yang dikonsumsi serta sampel muntahan dari korban untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Sementara itu, ketiga guru yang mengalami gangguan kesehatan sempat mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Raden Mattaher. Dua orang di antaranya kini telah diperbolehkan pulang setelah kondisi membaik, sedangkan satu guru lainnya masih menjalani perawatan intensif karena memiliki riwayat asam lambung kronis.

Pihak sekolah berharap masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum hasil uji laboratorium keluar. Mereka juga memastikan bahwa keselamatan dan kesehatan siswa tetap menjadi prioritas utama.

Hingga saat ini, hasil pemeriksaan laboratorium masih dinantikan untuk memastikan apakah insiden tersebut berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi atau dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kondisi kesehatan individu. (Rhm)

 





BERITA BERIKUTNYA