JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi terus memperkuat peran generasi muda sebagai penggerak pembangunan daerah melalui Rejuvenasi Gerakan Organisasi Kepemudaan. Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman, saat membuka kegiatan bertema "Mengembalikan Khittah Perjuangan dalam Menghadapi Tantangan Masa Depan pada Dunia Industri, Teknologi dan Adaptasi Dunia Kerja" yang berlangsung di Swiss-Belhotel Jambi.
Dalam sambutannya, Sudirman menegaskan bahwa rejuvenasi organisasi kepemudaan bukan sekadar pergantian kepengurusan atau pembaruan administrasi. Lebih dari itu, rejuvenasi harus dimaknai sebagai proses regenerasi kepemimpinan, revitalisasi program kerja, serta penguatan kembali nilai-nilai perjuangan yang menjadi fondasi organisasi.
Menurutnya, organisasi kepemudaan harus mampu melakukan evaluasi secara terbuka dan jujur terhadap peran serta kontribusinya di tengah masyarakat. Langkah tersebut penting agar organisasi tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman yang terus berubah dengan sangat cepat.
"Organisasi kepemudaan harus terus diperkuat agar mampu menjawab tantangan masa depan dan tetap menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda," tegas Sudirman.
Pada kesempatan tersebut, Sudirman juga memaparkan capaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) metode baru tahun 2024 yang dirilis Kementerian Pemuda dan Olahraga pada Desember 2025. Berdasarkan data tersebut, IPP Indonesia berada pada angka 62,88, sementara Provinsi Jambi mencatatkan angka 62,96 atau sedikit lebih tinggi dari rata-rata nasional.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pemuda Jambi memiliki potensi besar untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan daerah. Namun demikian, potensi tersebut harus terus didorong melalui berbagai program peningkatan kapasitas dan pengembangan kompetensi.
Sudirman menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), otomasi industri, hingga digitalisasi telah mengubah pola kerja dan struktur ekonomi secara global. Karena itu, generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal, tetapi juga harus memiliki kemampuan tambahan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja masa depan.
Ia menekankan pentingnya penguasaan literasi digital, kemampuan komunikasi, kolaborasi, kreativitas, berpikir kritis, hingga keterampilan memecahkan masalah. Kemampuan tersebut menjadi modal utama bagi generasi muda untuk bersaing di tengah transformasi industri yang semakin cepat.
Dalam konteks tersebut, organisasi kepemudaan diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran nonformal, ruang pengembangan kapasitas, sekaligus laboratorium kepemimpinan bagi generasi muda. Organisasi juga harus mampu melahirkan kader-kader yang memiliki integritas, karakter kuat, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
"Mengembalikan khittah perjuangan berarti meneguhkan kembali peran organisasi sebagai sarana pembinaan karakter, penguatan integritas, dan pengabdian kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai gotong royong, solidaritas, serta nasionalisme," ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jambi sendiri terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan generasi muda melalui berbagai program unggulan yang tergabung dalam Pro-Jambi Tangguh. Beberapa program yang telah berjalan antara lain Life Skill Milenial dan Gen Z Siap Kerja, bantuan modal usaha bagi UMKM, industri rumah tangga, hingga dukungan terhadap startup milenial.
Program-program tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda yang mandiri, produktif, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat regional maupun nasional.
Di akhir sambutannya, Sudirman berharap forum tersebut tidak berhenti pada diskusi dan wacana semata. Ia meminta seluruh peserta mampu melahirkan rekomendasi konkret serta langkah-langkah strategis yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan demi kemajuan pemuda dan pembangunan Provinsi Jambi.
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Jambi, , menilai forum tersebut menjadi ruang strategis untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan, gagasan progresif, serta solidaritas generasi muda. Menurutnya, rejuvenasi harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan global saat ini, mulai dari ketidakpastian ekonomi hingga meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja, menuntut generasi muda untuk lebih adaptif dan inovatif. Di tengah kondisi tersebut, pemuda memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Pemuda harus adaptif dan progresif. Kuasai teknologi, tingkatkan kompetensi, miliki jiwa kewirausahaan, dan tetap menjaga akhlak. Dengan begitu, kita tidak hanya bertahan, tetapi mampu menjadi motor perubahan," tegas Hafiz.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jambi, , menambahkan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai momentum kebangkitan organisasi kepemudaan di Provinsi Jambi pada tahun 2026.
Sebanyak 100 organisasi kepemudaan dengan lebih dari 200 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Tingginya partisipasi menunjukkan semangat generasi muda Jambi untuk terus berkembang, beradaptasi, dan berkontribusi dalam menghadapi tantangan industri serta perkembangan teknologi di masa depan.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, organisasi kepemudaan diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan yang melahirkan generasi muda Jambi yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di era global. (DVD)
Head to Head Pilkades Kemantan: Panji Glinding Dwi Jaya Leading by 32 Votes
Sekda Sudirman: Pemuda Jambi Harus Adaptif, Jangan Jadi Penonton di Era AI
Tim III Pantau Pilkades Mangun Jayo, Sekda Tebo Pastikan Pemungutan Suara Berjalan Lancar
Liga 4 Jambi 2026 Bergulir 10 April, Tujuh Tim Berebut Tiket Nasional
Kabid Papkis Kemenag Jambi Ajak ASN Bijak Sikapi Informasi tentang Pesantren
Sarapan Bergizi dan Edukasi, Cara TP PKK Jambi Merawat Kepedulian Sosial
Al Haris Perjuangkan Kepastian Nasib PPPK, Dorong Relaksasi Belanja Pegawai Daerah