BPBD Tebo Siaga Karhutla 2026, Apel Kesiapsiagaan Dijadwalkan Awal Mei

Minggu, 12 April 2026 - 22:10:12 WIB - Dibaca: 608 kali

Kepala BPBD Kab Tebo, Joko Ardiawan.
Kepala BPBD Kab Tebo, Joko Ardiawan. (Saudi)

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Pemerintah Kabupaten Tebo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut hasil rapat koordinasi (rakor) tingkat Provinsi Jambi dan nasional yang digelar pada awal pekan ini.

Kepala BPBD Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat internal guna mematangkan langkah-langkah antisipasi dini. Menurutnya, kesiapan sejak awal sangat penting untuk meminimalisir dampak karhutla yang kerap terjadi saat musim kemarau.

“Menindaklanjuti rakor di tingkat provinsi dan nasional, kami sudah melakukan rapat internal untuk membahas kesiapsiagaan menghadapi karhutla tahun 2026,” ujar Joko, Jumat (10/4/2026).

Saat ini, BPBD Tebo masih menunggu surat resmi dari Pemerintah Provinsi Jambi serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi sebagai dasar untuk langkah lanjutan di tingkat kabupaten. Nantinya, surat tersebut akan ditindaklanjuti dengan rapat koordinasi yang melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta instansi terkait lainnya.

“Kami akan segera menggelar rapat lintas sektor bersama Forkopimda dan instansi terkait begitu surat dari Pemprov dan BMKG diterima. Ini penting agar semua pihak memiliki pemahaman dan langkah yang sama dalam penanganan karhutla,” jelasnya.

Berdasarkan informasi awal dari BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan mulai terjadi pada Mei 2026, dengan puncak musim kering yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran diprediksi berlangsung pada Agustus mendatang. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi dan kesiapan personel di lapangan.

Joko menegaskan bahwa sinergi antara BPBD, TNI, Polri, serta seluruh elemen terkait sangat diperlukan agar upaya pencegahan dan penanganan karhutla dapat berjalan optimal.

“Kami harus memperkuat koordinasi dengan TNI-Polri dan seluruh stakeholder terkait, sehingga penanganan karhutla di Kabupaten Tebo bisa dilakukan secara cepat, tepat, dan terintegrasi,” tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan, BPBD Tebo juga merencanakan pelaksanaan apel siaga karhutla yang dijadwalkan berlangsung pada awal Mei 2026. Namun, pelaksanaan tersebut masih menunggu surat resmi dari Pemerintah Provinsi Jambi dan BPBD Provinsi sebagai dasar pelaksanaan kegiatan.

“Rencananya apel siaga akan digelar awal Mei, namun tetap menunggu pemberitahuan resmi dari Pemprov dan BPBD Provinsi Jambi,” pungkas Joko.

Dengan berbagai langkah yang telah disiapkan, diharapkan Kabupaten Tebo mampu mengantisipasi potensi karhutla sejak dini serta meminimalisir dampak yang ditimbulkan, baik terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA