Bimtek Safety Driving Digelar, Kemenhub Dorong Standar Keselamatan Angkutan Barang Lebih Ketat

Sabtu, 18 April 2026 - 13:13:32 WIB - Dibaca: 102 kali

Peserta mengikuti sesi pengisian materi saat Bimbingan Teknis (Bimtek) Kompetensi Safety Driving bagi pengemudi angkutan barang di Politeknik Penerbangan Surabaya.
Peserta mengikuti sesi pengisian materi saat Bimbingan Teknis (Bimtek) Kompetensi Safety Driving bagi pengemudi angkutan barang di Politeknik Penerbangan Surabaya. (Dok. Kemenhub)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kompetensi Pengemudi Perusahaan Angkutan Barang Umum (Safety Driving) sebagai upaya meningkatkan keselamatan di sektor angkutan logistik. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 15–16 April 2026, di Politeknik Penerbangan Surabaya, Jawa Timur.

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara Direktorat Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan dengan PT Gaya Makmur Mobil (GMM). Sebanyak 78 peserta ambil bagian, terdiri dari 58 pengemudi dan 20 perwakilan manajemen dari 38 perusahaan angkutan barang.

Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan, Yusuf Nugroho, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memperkuat aspek keselamatan dalam industri angkutan barang yang berperan penting bagi perekonomian nasional.

“Industri angkutan barang berperan penting dalam perekonomian, tetapi data dari Korlantas menunjukkan 10% kecelakaan di jalan melibatkan angkutan barang. Kecelakaan dapat mempengaruhi perekonomian nasional karena korbannya mayoritas berusia produktif, menyebabkan kerusakan materil, dan mempengaruhi pelayanan jasa angkutan,” jelas Yusuf saat membuka bimtek.

Menurutnya, faktor manusia masih menjadi penyebab dominan dalam kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan pengemudi, terutama dalam teknik defensive driving saat kondisi darurat, dinilai sangat diperlukan.

“Selain kemampuan pengemudi, perlu juga melakukan tata kelola keselamatan yang komprehensif dan terkoordinasi melalui Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum atau SMK-PAU. Jadi selain pengemudi, edukasi pentingnya pelaksanaan SMK-PAU juga diberikan kepada level manajemen perusahaan,” ujarnya.

Selama kegiatan, peserta menerima sejumlah materi terkait operasional angkutan barang, seperti prosedur pemuatan, pemeriksaan kendaraan sebelum perjalanan, hingga pengenalan klasifikasi barang. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan keterampilan mengemudi, defensive driving, serta pemahaman terhadap regulasi yang berlaku.

“Peran dan dukungan manajemen perusahaan adalah hal yang tidak kalah penting. Harapannya seluruh perusahaan angkutan barang dapat menerapkan Standar Operasional Prosedur secara konsisten dan disesuaikan dengan regulasi pemerintah,” kata Yusuf.

Ia juga menekankan pentingnya pengaturan jam kerja pengemudi oleh pihak perusahaan guna menghindari kelelahan yang berpotensi memicu kecelakaan di jalan.

Selain penyampaian materi, peserta turut mengikuti sesi praktik safety driving dan wawancara sebagai bagian dari penilaian kompetensi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas keselamatan dan pelayanan angkutan barang ke depan.

“Melalui kegiatan ini, mari kita bekerja sama dan bersinergi mewujudkan pelayanan transportasi angkutan barang yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Kami juga berharap kegiatan ini dilakukan konsisten sehingga ke depannya dapat berdampak pada tingkat keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan,” kata Yusuf. (Sa





BERITA BERIKUTNYA