Wagub Sani Tegaskan APPSI Jambi sebagai Pilar Ekonomi Rakyat di Tengah Tantangan Pasar Modern

Selasa, 21 April 2026 - 09:08:55 WIB - Dibaca: 57 kali

Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, berjabat tangan dengan Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, saat menghadiri pelantikan DPW APPSI Provinsi Jambi di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi.
Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, berjabat tangan dengan Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, saat menghadiri pelantikan DPW APPSI Provinsi Jambi di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi. (Sobirin)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran pasar rakyat sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPW APPSI) Provinsi Jambi, yang berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (20/04/2026) malam.

Pelantikan yang turut dihadiri Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku ekonomi kerakyatan, khususnya pedagang pasar tradisional.

Dalam arahannya, Wagub Sani menyoroti pentingnya menjaga silaturahmi dan kebersamaan sebagai fondasi pembangunan ekonomi daerah. Menurutnya, pasar rakyat tidak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi, tetapi juga menjadi ruang sosial sekaligus penggerak utama ekonomi masyarakat.

Ia menegaskan, keberadaan pasar tradisional kini menghadapi tantangan yang tidak ringan, terutama dari ekspansi ritel modern dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pedagang, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada pengurus DPW APPSI Provinsi Jambi yang baru saja dilantik. Amanah ini bukan tugas yang ringan, namun dengan komitmen dan kebersamaan, saya yakin organisasi ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Sani.

Lebih lanjut, ia menilai APPSI memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi antara pedagang dan pemerintah. Peran ini dinilai krusial dalam mendorong terciptanya pasar yang aman, tertib, bersih, serta mampu bersaing di tengah dinamika ekonomi dan perkembangan sektor industri maupun pariwisata.

Wagub juga mengaitkan peran pedagang pasar dengan capaian ekonomi daerah. Ia menyebut, tren pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi yang positif tidak terlepas dari kontribusi sektor perdagangan, khususnya aktivitas di pasar rakyat.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan visi pembangunan daerah “Jambi Mantap Berdaya Saing dan Berkelanjutan 2029”.

“Semoga dengan kebersamaan ini, ekonomi Jambi semakin mantap dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, menempatkan pedagang pasar sebagai aktor penting dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan nasional. Dalam perspektifnya, pasar tradisional merupakan simpul vital dalam rantai distribusi bahan pangan, mulai dari tingkat produsen hingga konsumen.

Ia mengingatkan bahwa kekuatan distribusi pangan nasional tidak hanya bergantung pada produksi, tetapi juga pada kelancaran distribusi yang salah satunya ditopang oleh pedagang pasar.

Dalam sambutannya, Sudaryono juga menyinggung pengalaman pandemi COVID-19 sebagai pelajaran penting tentang arti kesehatan dalam keberlangsungan aktivitas ekonomi.

“Sehat itu lebih penting daripada urusan lainnya. Kita bersyukur hari ini hadir dalam keadaan sehat. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, panjang umur, dan rezeki yang barokah untuk kita semua,” ujarnya.

Lebih tegas, ia meminta agar organisasi pedagang seperti APPSI tidak hanya aktif saat pelantikan, tetapi mampu berperan nyata di lapangan. Ia mendorong pengurus untuk berani berkoordinasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga lembaga seperti Bulog, guna mengatasi persoalan distribusi dan akses barang.

“Saya minta pengurus harus aktif. Jangan hanya semangat saat pelantikan. Harus berani berkoordinasi dengan bupati, wali kota, dinas perdagangan hingga Bulog. Jika ada kendala distribusi atau akses barang, segera komunikasikan. Kita bantu fasilitasi,” tegasnya.

Sudaryono juga mengulas sejarah lahirnya asosiasi pedagang pasar pada tahun 2004 sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi ritel modern. Ia menyebut sejumlah tokoh nasional seperti Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno yang pernah terlibat dalam perjalanan organisasi tersebut.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran pemerintah saat ini bukanlah bentuk pengurangan pelayanan, melainkan upaya memastikan penggunaan anggaran lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Efisiensi bukan berarti mengurangi pelayanan, tetapi memastikan anggaran lebih fokus, produktif, dan efektif,” jelasnya.

Ketua DPW APPSI Provinsi Jambi, Ari Budi Pratiwi, S.Pd., M.Pd., dalam kesempatan yang sama menyampaikan komitmennya untuk membawa organisasi menjadi lebih solid dan responsif terhadap kebutuhan pedagang.

Ia menegaskan bahwa kepengurusan yang baru akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, sekaligus berperan aktif dalam mendukung program ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga di pasar.

Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran APPSI sebagai pilar ekonomi rakyat di Jambi. Di tengah tekanan modernisasi dan persaingan pasar, keberadaan organisasi pedagang dinilai semakin penting dalam menjaga keberlangsungan pasar tradisional agar tetap tangguh dan berdaya saing. (Rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA