UNJA Perketat Seleksi Mahasiswa Baru Lewat Tes Kesehatan dan Narkoba

Selasa, 21 April 2026 - 10:10:04 WIB - Dibaca: 74 kali

Mahasiswa baru Universitas Jambi tampak mengikuti proses pemeriksaan kesehatan dan tes narkoba di Klinik Pratama UNJA Smart Mendalo, sebagai bagian dari syarat wajib sebelum memulai kegiatan perkuliahan.
Mahasiswa baru Universitas Jambi tampak mengikuti proses pemeriksaan kesehatan dan tes narkoba di Klinik Pratama UNJA Smart Mendalo, sebagai bagian dari syarat wajib sebelum memulai kegiatan perkuliahan. (Annisa)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Langkah preventif ditempuh Universitas Jambi dengan mewajibkan mahasiswa baru menjalani pemeriksaan kesehatan sekaligus tes narkoba sebelum resmi memulai aktivitas akademik. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya sistematis kampus dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada aspek kesehatan dan keamanan lingkungan belajar.

Pelaksanaan kegiatan yang dipusatkan di Klinik Pratama UNJA Smart Mendalo pada 17 April 2026 tersebut memperlihatkan tingginya partisipasi mahasiswa baru. Sejak pagi, peserta tampak bergantian mengikuti tahapan pemeriksaan yang telah disusun oleh tim medis. Prosesnya meliputi pengecekan kondisi fisik dasar seperti tekanan darah, tinggi dan berat badan, tes buta warna, hingga pemeriksaan darah. Sementara itu, tes urin menjadi instrumen utama dalam mendeteksi indikasi penggunaan narkotika.

Meski sempat diliputi ketegangan, suasana pelayanan yang tertib dan komunikatif membuat peserta dapat menjalani proses dengan lebih tenang. Hal ini diakui salah satu calon mahasiswa baru, Inda, yang merasakan langsung dinamika tersebut.
“Perasaan saya awalnya deg-degan, tapi selama proses tes tadi sangat nyaman,” ujar Inda.

Di sisi lain, pihak pelaksana mencatat adanya peningkatan jumlah peserta dari hari ke hari. Hal ini menunjukkan kesadaran mahasiswa baru terhadap pentingnya tahapan ini sebagai bagian dari proses awal memasuki dunia perkuliahan. Petugas klinik, Rivo Bahri Rama Letra, S.Tr.Kes., menyampaikan bahwa capaian sementara berjalan sesuai harapan.
“Sejauh ini kita sudah melaksanakan pemeriksaan narkoba ini dengan baik. Dari sekitar 2.100 lebih mahasiswa yang lulus SNBP, sekarang sudah lebih dari 1.000 yang mendaftar untuk pemeriksaan narkoba,” jelas Rivo.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada identifikasi penyalahgunaan narkotika, tetapi juga mempertimbangkan kondisi kesehatan peserta secara komprehensif. Hal ini penting untuk memastikan validitas hasil pemeriksaan, mengingat adanya faktor lain seperti konsumsi obat tertentu yang dapat memengaruhi hasil tes.
“Pada dasarnya kita ingin memutus mata rantai pengguna narkoba, seperti sabu, ganja, atau ekstasi. Namun kita juga melakukan screening, karena ada obat-obatan tertentu yang bisa terdeteksi dalam pemeriksaan,” ungkapnya.

Lebih jauh, program ini diproyeksikan menjadi fondasi dalam menjaga kualitas kehidupan akademik mahasiswa. Lingkungan kampus yang sehat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan studi.
“Harapan kita mahasiswa terbebas dari penggunaan narkoba, bisa hidup sehat, dan kuliah dengan tenang. Kita ingin meminimalisir supaya tidak terjadi penyalahgunaan narkoba yang bisa mengganggu perkuliahan,” tambahnya.

Hingga memasuki pekan kedua pelaksanaan, hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang cukup menggembirakan. Tim medis memastikan belum menemukan adanya indikasi positif narkoba di kalangan peserta yang telah mengikuti tes.
“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada yang kita temui positif narkoba,” tutupnya.

Kebijakan ini sekaligus menegaskan peran Universitas Jambi dalam merespons isu penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda. Dengan menempatkan aspek pencegahan di garis depan, kampus berupaya memastikan bahwa mahasiswa dapat menjalani proses pendidikan dalam lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif. (Sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA