Pojok Berkah Jadi Ruang Berbagi, Warga Rasakan Kehangatan Kepedulian di Jambi

Kamis, 23 April 2026 - 11:05:17 WIB - Dibaca: 61 kali

Warga dari berbagai kalangan menikmati sarapan bersama dalam kegiatan Pojok Berkah TP PKK Provinsi Jambi di halaman sekretariat, Rabu (22/04/2026), sebagai wujud kepedulian dan semangat berbagi di tengah masyarakat.
Warga dari berbagai kalangan menikmati sarapan bersama dalam kegiatan Pojok Berkah TP PKK Provinsi Jambi di halaman sekretariat, Rabu (22/04/2026), sebagai wujud kepedulian dan semangat berbagi di tengah masyarakat. (kominfo jambi)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Aktivitas sederhana berupa sarapan bersama di Sekretariat TP PKK Provinsi Jambi, Rabu (22/04/2026), menghadirkan makna yang lebih dalam bagi masyarakat. Melalui kegiatan Pojok Berkah, nilai kepedulian dan kebersamaan terasa nyata di tengah kehidupan warga yang beragam.

Sejak pagi, masyarakat dari berbagai latar belakang tampak singgah. Mulai dari pengemudi ojek online, pekerja harian, hingga pedagang kecil, datang untuk menikmati sarapan yang disediakan. Bagi sebagian dari mereka, kegiatan ini bukan sekadar soal makanan, tetapi juga tentang perhatian dan rasa dihargai.

Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hesnidar Haris, menyebut Pojok Berkah sebagai wadah yang membuka ruang bagi siapa saja untuk berbagi dan merasakan manfaatnya secara langsung.

“Program ini adalah ruang kebaikan bersama. Siapa pun yang ingin bersedekah, baik secara pribadi maupun berkelompok, kami terima dengan terbuka. Insya Allah setiap amanah yang dititipkan akan kami kelola dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan tepat sasaran,” ujar Hesti.

Sekitar 300 porsi sarapan dibagikan dalam kegiatan tersebut. Jumlah ini dinilai belum menjadi batas, karena harapannya semakin banyak pihak yang terlibat sehingga manfaatnya bisa menjangkau lebih luas.

“Kalau memang ada yang ingin memberi lebih, tentu akan kita tambah porsinya. Bahkan ke depan, kita ingin menghamparkan program ini ke beberapa titik lain setelah dilakukan survei agar benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Tidak ada batasan bagi siapa yang boleh menikmati. Prinsip keterbukaan menjadi hal utama agar semangat berbagi tidak eksklusif, melainkan menjadi milik bersama.

“Yang menikmati bukan hanya satu kalangan. Siapa saja yang lewat dan mampir, silakan. Kami ingin memastikan bahwa semangat berbagi ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” tambahnya.

Selain memenuhi kebutuhan dasar, kegiatan ini juga membawa pesan penting tentang pentingnya menjaga pola makan sehat. Variasi menu pun menjadi perhatian agar masyarakat tetap mendapatkan asupan bergizi tanpa merasa jenuh.

“Kalau setiap hari menunya sama, tentu bisa menimbulkan kebosanan. Maka kita atur variasinya. Misalnya, menu tertentu seperti nasi kuning bisa disajikan secara berkala, mungkin seminggu sekali. Yang terpenting adalah tetap memperhatikan unsur gizi dan kebersihan,” ungkapnya.

Suasana kebersamaan semakin terasa saat kegiatan diawali dengan sholawat dan doa bersama. Momen ini menjadi pengingat bahwa berbagi tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan.

“Kita awali dengan sholawat dan doa agar setiap yang hadir mendapatkan keberkahan. Bukan hanya yang menerima, tetapi juga yang memberi. Semoga ini menjadi amal jariyah dan terus mengalir kebaikannya,” tuturnya.

Ke depan, Pojok Berkah direncanakan terus berjalan secara rutin. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi program, tetapi berkembang menjadi kebiasaan sosial yang tumbuh dari kesadaran masyarakat.

“Kami ingin masyarakat selalu ingat bahwa berbagi itu tidak harus menunggu berlebih. Dari hal sederhana seperti sarapan, kita bisa menebar kebaikan. Insya Allah minggu depan Pojok Berkah kembali membagikan sarapan, dan kami berharap semakin banyak yang ikut berpartisipasi,” pungkasnya. (Rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA