Tingkatkan Kesiapsiagaan, Pemkab Tebo Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Karhutla 2026

Kamis, 23 April 2026 - 13:30:55 WIB - Dibaca: 87 kali

Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi, berfoto bersama unsur Forkopimda, perangkat daerah, serta para stakeholder usai pelaksanaan Rapat Koordinasi kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Tahun 2026.
Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi, berfoto bersama unsur Forkopimda, perangkat daerah, serta para stakeholder usai pelaksanaan Rapat Koordinasi kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Tahun 2026. (Syahrial)

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Pemerintah Kabupaten Tebo mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026. Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi, Rabu (22/4/2026), di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tebo.

Kegiatan tersebut turut melibatkan unsur Forkopimda, perangkat daerah terkait, BPBD, TNI-Polri, pihak perusahaan, camat, serta sejumlah stakeholder di Kabupaten Tebo. Rakor ini menjadi bagian dari kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi musim kemarau yang kerap meningkatkan risiko karhutla.

Dalam kesempatan itu, Wabup Nazar Efendi menekankan pentingnya langkah pencegahan yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan oleh seluruh pihak.

“Koordinasi harus diperkuat dari sekarang. Jangan menunggu terjadi kebakaran baru bergerak,” tegasnya.

Ia menyebutkan, pembahasan dalam rakor mencakup berbagai aspek penting, mulai dari sistem deteksi dini titik api, kesiapan personel, ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman, hingga strategi respons cepat di lapangan apabila terjadi kebakaran.

Selain itu, Wabup juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, karena berpotensi menimbulkan dampak serius bagi lingkungan dan kesehatan.

Pemkab Tebo sendiri terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan melalui patroli rutin, langkah-langkah preventif, serta penguatan koordinasi lintas sektor di wilayah rawan karhutla.

Dengan adanya rakor ini, pemerintah daerah berharap penanganan karhutla di Kabupaten Tebo tahun 2026 dapat dilakukan lebih cepat, terukur, dan efektif, sekaligus meminimalisir potensi kebakaran sejak dini. (Syh)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA