Pemprov Jambi Perkuat Pencegahan Dini Radikalisme di Bungo, Libatkan Aparat hingga Pemerintah Desa

Kamis, 23 April 2026 - 14:39:41 WIB - Dibaca: 67 kali

Para peserta sosialisasi bahaya radikalisme dan terorisme di Kabupaten Bungo
Para peserta sosialisasi bahaya radikalisme dan terorisme di Kabupaten Bungo (Hendra)

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO Pemerintah Provinsi Jambi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar sosialisasi pencegahan paham radikalisme dan terorisme di Kabupaten Bungo, Rabu (22/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pola Cempaka Bappeda Bungo ini dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga pemangku kepentingan lintas sektor.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kabid Penanganan Konflik Kesbangpol Provinsi Jambi, H. Qamaruz Zaman, SE, MM, serta sejumlah pejabat penting daerah dan aparat penegak hukum. Di antaranya Asisten I Setda Bungo Yos Army, Kasatgas Densus 88 Anti Teror Polri KBP Beri Diatra, S.I.K., M.H., C.PHR, CBA, C.HRA, Kepala Kesbangpol Bungo Zainadi, M.Si, Kepala Kemenag Bungo, perwakilan Kapolres Bungo, serta para camat, lurah, dan rio se-Kabupaten Bungo.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham radikal yang dinilai dapat mengancam stabilitas keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat keamanan semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah hingga tingkat desa.

“Peran semua pihak sangat penting dalam mendeteksi sejak dini potensi penyebaran paham yang menyimpang dan berbahaya bagi persatuan bangsa,” demikian penekanan dalam materi sosialisasi yang disampaikan.

Selain penguatan pemahaman, peserta juga dibekali dengan pengetahuan mengenai ciri-ciri paham radikal, strategi pencegahan, serta pentingnya menjaga nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di tengah masyarakat yang majemuk.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Forum tersebut dimanfaatkan untuk menggali berbagai persoalan di lapangan sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Bungo semakin waspada terhadap berbagai bentuk ancaman ideologi yang dapat memecah belah persatuan, serta semakin aktif berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. (Rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA