JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk melalui Logam Mulia pada Jumat (24/4/2026) terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Mengacu pada laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram masih bertahan di angka Rp2.805.000. Begitu juga dengan ukuran 0,5 gram yang dibanderol Rp1.452.000.
Untuk ukuran lainnya, harga juga tidak bergerak. Emas 2 gram dijual Rp5.550.000, ukuran 5 gram Rp13.800.000, dan 10 gram Rp27.545.000. Sementara itu, ukuran 25 gram dipatok Rp68.737.000.
Harga emas dengan nominal besar pun terpantau kompak stagnan. Ukuran 50 gram berada di angka Rp137.395.000, 100 gram Rp274.712.000, 250 gram Rp686.515.000, hingga 500 gram Rp1.372.820.000. Sedangkan ukuran terbesar 1.000 gram masih dibanderol Rp2.745.600.000.
Di sisi lain, harga buyback atau pembelian kembali emas oleh Antam juga tidak mengalami perubahan, yakni tetap di level Rp2.610.000 per gram.
Mengacu pada ketentuan perpajakan, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP, yang dipotong langsung dari nilai transaksi.
Sementara itu, pembelian emas batangan juga dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemilik NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP, dengan bukti potong pajak yang disertakan dalam setiap transaksi.
Kondisi harga yang stagnan ini mencerminkan pasar emas domestik yang cenderung stabil, sembari menunggu pengaruh dari pergerakan harga emas global dan dinamika ekonomi ke depan. (sab)
Harga Sawit Anjlok, DPRD Tebo Segera Panggil Seluruh PKS dan Disbun!
Wali Kota Jambi Launching Kampung Bahagia dan Operasional 12 Gerobak Sampah di Kebun Handil
SMKN 9 Muaro Jambi Perkuat Pendidikan Karakter Siswa Bersama Polres Muaro Jambi
Mahasiswa UIN Jambi Bersinar di Ajang Nasional FIMNAS 2026, Borong Juara dan Best Innovation
20 Ton Kopi Fine Robusta Kerinci Diekspor ke Tiongkok, Pemprov Dorong Lewat Pelabuhan Jambi
PAN Jambi Mulai Rapikan Kekuatan Politik, Relawan TPS Jadi Fokus Utama