Banjir Besar Rendam Batang Asai dan Batin VIII, Polres Sarolangun Turun Bantu Warga

Senin, 27 April 2026 - 09:45:38 WIB - Dibaca: 158 kali

Personel Polsek Batang Asai dan Polsek Batin VIII bersama Tim Siaga Bhayangkara Polres Sarolangun tampak membantu warga terdampak banjir di lokasi.
Personel Polsek Batang Asai dan Polsek Batin VIII bersama Tim Siaga Bhayangkara Polres Sarolangun tampak membantu warga terdampak banjir di lokasi. (HUMAS POLRES SAROLANGUN)

JAMBIPRIMA.COM, SAROLANGUN - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sarolangun menyebabkan Sungai Batang Asai meluap dan merendam sejumlah permukiman warga di dua kecamatan, yakni Kecamatan Batang Asai dan Kecamatan Batin VIII, Minggu (26/4/2026) dini hari.

Genangan air mulai terjadi sejak dini hari setelah debit Sungai Batang Asai meningkat secara signifikan akibat curah hujan yang terus berlangsung sejak malam sebelumnya. Akibatnya, air sungai meluap hingga memasuki rumah-rumah warga di sejumlah desa terdampak.

Di Kecamatan Batang Asai, desa yang terdampak antara lain Desa Batu Empang, Simpang Narso, Tambak Ratu, Bathin Pengambang, Sungai Keradak, Muara Air Dua, Rantau Panjang, Pulau Salak Baru, Pekan Gedang, hingga Raden Anom. Sementara di Kecamatan Batin VIII, banjir melanda Desa Tanjung Gagak, Muara Lati, Rantau Gedang (Dusun Seberang), Pulau Buayo, dan Teluk Kecimbung.

Merespons cepat kondisi tersebut, personel Polsek Batang Asai dan Polsek Batin VIII bersama Tim Siaga Bhayangkara Polres Sarolangun langsung diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses penanganan warga terdampak.

Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H. melalui Kabag Ops Kompol Angga Luviyanto, M.H. menyampaikan bahwa banjir terjadi akibat luapan Sungai Batang Asai yang merendam permukiman warga di beberapa titik.

“Dari hasil pantauan di lapangan, ketinggian air berkisar antara 50 hingga 100 sentimeter,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski sempat menggenangi permukiman warga, kondisi saat ini mulai berangsur membaik seiring berhentinya hujan dan menurunnya debit air sungai.

“Namun demikian, personel kami masih tetap bersiaga di lokasi untuk membantu masyarakat,” tambahnya.

Di lapangan, petugas kepolisian terlihat membantu proses evakuasi warga, terutama anak-anak dan lansia, serta membantu warga yang kendaraannya mogok akibat genangan air. Selain itu, aparat juga memastikan situasi tetap aman di tengah kondisi banjir.

Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi. Namun, kerugian materiil masih dalam pendataan, termasuk adanya sejumlah perangkat elektronik warga yang dilaporkan rusak akibat terendam banjir.

Kompol Angga juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan serta berhati-hati dalam penggunaan listrik pascabanjir.

“Kami juga mengingatkan warga agar segera menghubungi Call Center Polri 110 jika menghadapi situasi darurat,” tegasnya.

Pihak kepolisian bersama instansi terkait masih terus melakukan patroli dan pemantauan di lokasi terdampak guna memastikan situasi tetap kondusif.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tutupnya. (San)





BERITA BERIKUTNYA