JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Suasana gotong royong kembali menguat di Kota Jambi. Dari sebuah titik sederhana di RT 10 Kelurahan Kasang Jaya, Kecamatan Jambi Timur, sebuah gerakan besar bertajuk Kampung Bahagia resmi dimulai untuk periode I tahun 2026, Minggu (26/4/2026).
Peluncuran program ini dilakukan secara hybrid dan diresmikan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, melalui sambungan Zoom. Momen tersebut menjadi penanda dimulainya gerakan pembangunan berbasis masyarakat yang kini digadang-gadang sebagai salah satu inovasi daerah.
Di lapangan, Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza hadir langsung memimpin jalannya kegiatan. Keduanya menyaksikan bagaimana warga mulai mengambil peran aktif dalam membangun lingkungan mereka sendiri tanpa sekadar menunggu intervensi pemerintah.
Berbeda dari program pembangunan pada umumnya, Kampung Bahagia hadir dengan pendekatan partisipatif. Di RT 10 Kasang Jaya, warga langsung turun tangan membangun jalan setapak sepanjang 83 meter, memasang kamera pengawas (CCTV) yang terintegrasi dengan JCOC, hingga memperkuat fasilitas berbasis pemberdayaan masyarakat (OPBM).
Semua kegiatan itu berjalan dengan pola sederhana namun kuat: dari warga, oleh warga, untuk warga.
Program ini bahkan disebut sebagai salah satu gerakan pembangunan berbasis RT pertama di Indonesia yang melibatkan masyarakat secara langsung sebagai pelaku utama. Tidak hanya di satu titik, sebanyak 797 RT di Kota Jambi ikut bergerak serentak, menciptakan gelombang aktivitas gotong royong di seluruh penjuru kota.
Wali Kota Jambi, Maulana, menyebut program ini bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan sebuah gerakan sosial yang menghidupkan kembali nilai kebersamaan di tengah masyarakat perkotaan.
“Kita menargetkan hasil program ini sudah dapat diserahterimakan pada Juni 2026, sekaligus menjadi pijakan untuk melanjutkan ke periode kedua,” kata Maulana.
Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, Kampung Bahagia menjadi ruang tumbuhnya kembali budaya partisipasi warga. Di tengah modernisasi kota, program ini mencoba mengembalikan esensi lama yang mulai memudar: kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Gerakan ini pun diharapkan tidak berhenti sebagai program tahunan, tetapi menjadi pola baru pembangunan kota berbasis komunitas yang berkelanjutan. (Sab)
Meriah! MTQ ke IX Desa Muara Ketalo Resmi Dibuka, 315 Kafilah Ramaikan Ajang Syiar Islam
Rektor UIN STS Jambi Cek Hewan Kurban Jelang Iduladha 1447 H
201 JCH Tebo Berangkat dalam Dua Kloter, Pemkab Siapkan 7 Bus dan 21 Petugas
Mahasiswi FKIP UNJA Suarakan Keresahan Soal 3C, Audiensi dengan Polres Muaro Jambi Jadi Ruang Dialog
Tebo Juara 1 Pengendalian Inflasi 2026, Bukti Kinerja Pemda Makin Solid
Perbakin Jambi Resmi Dilantik, Targetkan PON hingga Internasional, Siapkan Skema Pembinaan Serius
Bupati Agus Rubiyanto Hadiri Halal Bihalal Sumbagsel, Tekankan Pentingnya Silaturahmi Perantau